Pengguna Jasa Prostitusi Online di Sintang Mulai dari Kalangan Umum Hingga Pejabat

Transaksi dilakukan Via WhatsApp (WA) dan antara dirinya dan pelanggan setidaknya sudah saling kenal.

Pengguna Jasa Prostitusi Online di Sintang Mulai dari Kalangan Umum Hingga Pejabat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Tersangka mucikari dalam kasus prostitusi online berinisial F (Paling kanan) yang dihadirkan dalam Press Release terhadap Kasus Penyalahgunaan Narkoba dan Prostitusi Online yang dipimpin Kapolres Sintang di Halaman Mapolres Sintang, Kamis (16/5/2019) pagi.   

Pengguna Jasa Prostitusi Online di Sintang Mulai dari Kalangan Umum Hingga Pejabat

SINTANG - Polres Sintang melaksanakan kegiatan Press Release terhadap Kasus Penyalahgunaan Narkoba dan Prostitusi Online yang dipimpin Kapolres Sintang di Halaman Mapolres Sintang, Kamis (16/5/2019) pagi. 

Dalam kasus prostitusi online melibatkan tersangka berinisial F (27) yang berperan sebagai mucikari. Pada kesempatan tersebut, F pun dihadirkan beserta barang bukti. 

Meski hemat bicara, F sempat mengaku bahwa bisnis haram yang dijalaninya itu sebenarnya baru dimulai kembali tahun ini, namun sebelumnya dia juga sempat menjadi mucikari di tahun 2016 silam. 

Baca: Langkau Berisi 15 Ribu Salai Kopra di Bakau Besar Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Baca: Abidin: Ketercukupan Dokter di RSUD Soedarso Penting

“Saya sebenarnya sudah lama berhenti, tapi baru pertama kali ini lagi saya melakukan pekerjaan ini tapi langsung ketahuan sama polisi,” ujar tersangka saat ditampilkan dengan baju tahanan berwarna merah nomor 04. 

Saat ditanya mengenai modus operandi dalam bertransaksi, dirinya mengatakan bahwa tidak sembarangan menerima pelanggan.

Transaksi dilakukan Via WhatsApp (WA) dan antara dirinya dan pelanggan setidaknya sudah saling kenal. 

"Sekali kencan mulai dari harga Rp. 1 juta. Setiap transaksi saya dapat keuntungan Rp300 ribu sampai Rp600 ribu. Pemesannya dari kalangan umum ada, dan pernah juga dari kalangan pejabat,” pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved