Pemprov Bersinergitas Dengan Pemkab Mempawah Tuntaskan Masalah Air Bersih

Erlina juga sempat mengadu kepada Komisi IV DPD RI yang datang melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Mempawah

Pemprov Bersinergitas Dengan Pemkab Mempawah Tuntaskan Masalah Air Bersih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Erlina Ria Norsan 

Pemprov Bersinergitas Dengan Pemkab Mempawah Tuntaskan Masalah Air Bersih

MEMPAWAH - Upaya menuntaskan masalah air bersih di Kabupaten Mempawah oleh Bupati Hj Erlina semakin jauh berlanjut, dimana sebelumnya ia menargetkan dalam waktu dekat akan membenahi kebutuhan air bersih untuk masyarakat.

Erlina juga sempat mengadu kepada Komisi IV DPD RI yang datang melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Mempawah beberapa waktu lalu untuk memohon bantuan dana dari pusat.

Selain ke pusat, Erlina juga bersinergi dengan Pemprov untuk mengatasi masalah air bersih yang menjadi keluhan masyarakat Mempawah sejak ia belum menjadi Bupati sampai awal pemerintahannya saat ini.

Disamping itu, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi saat di wawancara Tribun beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa yang menjadi program utama yang akan di selesaikan dalan visi misi 100 hari kerja mereka adalah menuntaskan masalah air bersih.

Menyikapi hal itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan Pemerintah Provinsi akan bersinergitas dengan Kabupaten Mempawah untuk pembangunan air bersih untuk rumah tangga.

"Kedepan dalam rencana kerja tahun 2020, akan ada sinergitas untuk penyiapan air bersih di Kabupaten Mempawah, pengaruhnya pada capaian pemanfaatan air bersih bagi masyarakat Kalbar," ujarnya saat di wawancara awak media Senin (13/5).

Baca: Jalani Puasa Saat Radang Tenggorokan, Ikuti Tips Ini Supaya Puasa Tetap Lancar!

Baca: Digugat BPN Soal Situng KPU, 269 TPS Salah Masukkan Angka C1, KPU Klaim Sisa 13 Proses Perbaikan

Baca: Lihat Paras Nagita Slavina Saking Cantiknya, MUA Akui Selalu Gemetaran Saat Dandankan Gigi!

Gubernur mengungkapkan, pemanfaatan air bersih di Kalbar masih berada di angka 54%, sedangkan di Kabupaten Mempawah, perlu dilakukan pengkajian untuk sumber air yang akan digunakan karena geografis daerah pesisir yang dekat dengan laut.

"Kita (Kalbar_red) kan masih sekitar 54% pemanfaatan air bersih, mudah-mudahan bisa meningkat. Tinggal kita kaji saja, sumber air bakunya dimana, terintrupsi air laut atau tidak," ujarnya.

Lebih jauh, Gubernur mengatakan, bentuk sinergitas antara Provinsi dan Kabupaten nantinya dimana pembangunan air bersih akan dibagi menjadi dua bagian.

"Kalau membangunnya itu tidak ada masalah, kita mungkin sharing dimana Provinsi bangun pipanya, Kabupaten bangun intakenya," tuturnya.

Sutarmidji memprakirakan pembangunan air bersih di Mempawah akan menelan dana sekitar Rp 80 miliar, dan hasilnya akan ada aliran dengan kecepatan 300 litar per detik yang cukup untuk 14000 rumah tangga.

"Itu kalau nilai intake nya sekitar Rp 40 miliar, pipanya pun sekitar Rp 40 miliar juga, jadi total Rp 80 miliar itu untuk 300 liter per detik, nah itu nanti bisa digunakan sekitar 14000 aliran ke rumah tangga, dan itu cukup signifikan," jelasnya.

Terakhir ia mengatakan, bahwa Pemprov sudah menyampaikan program-program pemerintah daerah yang perlu di sinergiskan dengan Kabupaten, supaya capaian pembangunan di Mempawah akan cepat dan maksimal. 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved