Bak Superhero, Sarimah Selamatkan Anak Saat Petir Sambar Rumahnya

Rumah yang terletak ditengah kebun nanas, yan terbuat dari kayu beratapkan dawai tersebut ketika akibat jago merah.

Bak Superhero, Sarimah Selamatkan Anak Saat Petir Sambar Rumahnya
Tribun Pontianak/Ferryanto
Sarimah (27) menggendong anaknya di dekat puing-puing rumahnya yang terbakar di Jalan Panca Bakti, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (16/5/2019). 

Bak Superhero, Sarimah Selamatkan Anak Saat Petir Sambar Rumahnya

PONTIANAK - Hujan deras disertai angin dan petir hujan yang melanda kota Pontianak dini hari tadi membuat satu unit rumah warga bernama Sarimah (27) yang berlokasi di Jalan Panca Bhakti, Kelurahan Batu Layang Pontianak Utara ludes terbakar akibat tersambar petir.

Rumah yang terletak ditengah kebun nanas, yan terbuat dari kayu beratapkan dawai tersebut ketika akibat jago merah.

Raut kesedian terlihat jelas diwajah ibu 2 anak berusia 27 tahun itu, matanya berkaca - kaca saat menceritakan kejadian mengerikan yang dialaminya.

Disambar petir, dan rumahnya ludes terbakar tak pernah terbayangkan oleh dirinya yang tinggal bertiga dengan dua anaknya.

Baca: Link Live Streaming Borneo FC Vs Bhayangkara FC Shopee Liga 1 2019 Pukul 20.30 WIB

Baca: Digugat BPN Soal Situng KPU, 269 TPS Salah Masukkan Angka C1, KPU Klaim Sisa 13 Proses Perbaikan

Baca: Unsur Pimpinan DPRD Pontianak dari Gerindra Ditentukan DPP

Dengan lancar walau kadang terbata, Sarimah lancar menceritakan kronologis kejadian musibah kebakaran ini kepada Tribun saat mendatangi lokasi sisa rumahnya.

Kepada Tribun, Sarimah (27) merasa bersyukur kendati seluruh harta bendanya ludes, kedua anaknya selamat tanpa terluka sedikitpun.

Dirinya pun bersyukur saat sambaran petir yang membuat rumahnya menjadi abu, dirinya bersama dua anaknya tak merasakan sengatan petir tersebut, sehingga dirinya dan dua anaknya selamat.

Saat hendak keluar, ia hanya ingat satu hal, Keselamatan anak, ia tak memikirkan hal lain

Saat petir menyambar, percikan api merambat dari atap ke lantai dan membesar membakar bagian belakang rumah.

Ia langsung mengangkat sam anak, lalu dengan sigap mengambil sebuah selimut dan langsung ia menggendong sang buah hati yang masih berusia 2 tahun, dan menutupi kepala sang anak lali ia bergegas keluar dari rumah untuk menuju kerumah sang ibu yang berjarak sekira 50 meter dari rumahnya.

"Habis semua, pokonya ini gak bawa baju(menunjuk sang anak) cuman aku ambil selimut, tutup kepalanya langsung lari kerumah mamak, terus anak yang besarpun telanjang ndak pakai baju, cuman pakai pop aja lari kerumah mamak,"ujarnya sembari menggendong sang buah hati.

Kepada Pemerintah, dirinya berharap bisa mengerti kan kondisinya, dan memberikan bantuan kepada dirinya.

"Mudah - mudahan lah pemerintah bisa mengerti kan kita, inikan hanya musibah, mudah - mudahan lah kita masih ada dibantu,"harapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved