Safari Ramadan di Kecamatan Terentang, Ini Yang Dijanjikan Bupati Muda Mahendrawan

Menurut warga, kini hampir semua desa di Kecamatan Terentang sudah menikmati listrik 24 jam.

Safari Ramadan di Kecamatan Terentang, Ini Yang Dijanjikan Bupati Muda Mahendrawan
TRIBUNPONTIANAK/ FILE
Muda Mahendrawan Saat beri kata Sambutan 

Safari Ramadan di Kecamatan Terentang, Ini Yang Dijanjikan Bupati Muda Mahendrawan

KUBU RAYA-  Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan sampaikan komitmen pemerataan pembangunan saat hadir dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Baiturrahman Dusun Sampang Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Selasa (14/5). 

Muda menegaskan, dirinya memastikan di Kubu Raya tidak akan ada desa yang tidak tersentuh pembangunan. 

"Insya Allah ke depannya saya bersama Wakil Bupati Sujiwo akan berusaha agar tidak ada satu desa pun di Kubu Raya ini yang tidak tersentuh pembangunan karena kita harus adil. Tentu semuanya harus disesuaikan dengan anggaran yang kita miliki," kata Muda Mahendrawan.

Muda melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berupaya untuk adil dalam proses pembangunan dan kebijakan-kebijakan yang disusun. 

Dirinya mengungkapkan, telah banyak kebijakan yang dikeluarkan terutama yang berkaitan dengan desa-desa di Kubu Raya.

"Saat ini kita sudah tata kembali bagaimana supaya pengelolaan desa, dana desa, dan juga kebijakan-kebijakan di bidang pertanian, perikanan, perkebunan, dan juga infrastruktur agar bagaimana ke depannya semua desa bisa merasakan pembangunan yang adil dan merata," ucapnya.

Baca: VIDEO: MoU dengan Pemkab Landak, Ini Penjelasan Kajari

Baca: Sedang Berlangsung PSS Sleman VS Arema FC, Tim Tamu Menyerang, Tuan Rumah Andalkan Penyerang Tunggal

Pada kesempatan itu, Muda juga sempat menanyakan kepada warga tentang pasokan listrik di Desa Teluk Empening, mengingat pada periode pertama pemerintahannya di 2009-2014 silam, pembangunan pembangkit listrik pernah diajukannya untuk sejumlah desa di Kecamatan Terentang

Menurut warga, kini hampir semua desa di Kecamatan Terentang sudah menikmati listrik 24 jam. 

“Saat saya menjabat sebagai Bupati Kubu Raya pertama dulu, hanya sejumlah desa saja yang dapat menikmati listrik 24 jam. Bahkan dulu ada desa yang listriknya hidup hanya 12 jam. Mulai pukul 18.00 sampai pukul 06.00. Tentu semua usulan yang kami ajukan dulu Alhamdulillah bisa terakomodir dengan baik sesuai harapan masyarakat kita,” tuturnya. 

Selain soal listrik, Muda juga menanyakan kepada masyarakat terkait kegiatan cetak sawah.

Bersama Wakil Bupati Sujiwo,  ia berkeinginan mengembalikan kejayaan program beras lokal Kubu Raya yang sempat membuat Kubu Raya menjadi lumbung padi Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu silam.

"Cetak sawahnya masih ada, Pak? Yang di sini (Teluk Empening).  Kalau bisa ditanam Pak.  Jangan dibiarkan ya. Karena saya merasa membuat sawah itu merupakan sebuah kebahagiaan. Mudah-mudahan Bapak bisa rawat,  kita tanam lagi ya. Kita hidupkan lagi sawahnya. Insya Allah kita akan programkan lagi karena pertanian telah menjadi basis yang sangat baik buat Kubu Raya. Karena saya juga akan membantu untuk meningkatkan hasil pertanian kita," ucapnya. 

Penulis: Bella
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved