VIDEO: BKKBN Kalbar Menuju Zona Integritas Bebas Korupsi

Sementara tujuan kedatangannya untuk memberikan arahan pada kegiatan pelaksanaan SPIP menuju zona integritas wilayah bebas korupsi

BKKBN Kalbar Menuju Zona Integritas Bebas Korupsi

PONTIANAK - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalbar menggelar pembinaan pegawai dilingkungan BKKBN Kalbar dan Penyuluh Keluarga Berencana Kota Pontianak.

Kegiatan yang diikuti sejumlah pegawai BKKBN ini dilangsungkan di Aula Kencana Kantor BKKBN, Senin (13/5/2019).

Hadir langsung  Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, MRepSc., PhD. Sementara tujuan kedatangannya untuk memberikan arahan pada kegiatan pelaksanaan SPIP menuju zona integritas wilayah bebas korupsi.

Baca: Diskes Kalbar Belum Temukan Kasus Cacar Monyet di Kalbar

Baca: Kuasa Hukum MR Nilai Laporan Maman Suratman ke Bawaslu Cacat Formil

M Rizal Martua Damanik, mengajak pegawai dilingkungan BKKBN untuk memetik pelajaran dari berpuasanya bagi setiap umat muslim, kebetulan ini adalah bulan Ramadan dan banyak pelajaran yang dapat dipetik.

Ia menjelaskan dibulan Ramadan ini,  umat Islam bukan sekedar menahan lapar dan haus, tapi banyak pelajaran yang harus dipetik dan diambil, sebab   jangan sampai  merugi bagi orang yang meninggalkan Ramadan tapi tidak mendapatkan apa-apa.

Seluruh pegawai dimintanya untuk belajar dan memetik hikmah dari Ramadan ini, karena didalamnya mengajarkan setiap hamba untuk menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk mengajarkan menjaga hawa nafsu dan menahan diri dari nafsu memiliki sesuatu yang bukan menjadi miliknya. 

Pelajaran itulah, ditegaskannya dapat dipetik setiap pegawai. Jadikan Ramadan ini madrasah mengasah mental untuk menjauhi sifat korup dan membendung hawa nafsu.

"Artinya kita bersuka cita dengan datangnya Ramadan dan bersedih dengan perginya Ramadan. Hal itu karena puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Dari segi bahasa Ramadan berasal dari kata Romad yang artinya membakar sehingga jika kita memasuki Ramadan dibakar dan pada saat keluar sudah berubah," jelasnya.
 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved