Perkumpulan Pengacara Pajak Indonesia & BLA Gelar Pendidikan Khusus Pengacara Pajak

PERJAKIN dan Business Law Academy (BLA) mengadakan Pendidikan Khusus Pengacara Pajak (PKPP) di Hotel Santika Pontianak

Perkumpulan Pengacara Pajak Indonesia & BLA Gelar Pendidikan Khusus Pengacara Pajak
TRIBUNPONTIANAK/Mia Monica
Ketua Perjakin Indonesia Petrus Loyani beserta 8 peserta PKPP di Hotel Santika Pontianak, Selasa (14/5/2019). 

Perkumpulan Pengacara Pajak Indonesia & BLA Gelar Pendidikan Khusus Pengacara Pajak

PONTIANAK - Perkumpulan Pengacara Pajak Indonesia (PERJAKIN) dan Business Law Academy (BLA) mengadakan Pendidikan Khusus Pengacara Pajak (PKPP) di Hotel Santika Pontianak. Kegiatan berangsung mulai 13 Mei 2019 sampai 18 Mei 2019, Selasa (14/5/2019).

Pendidikan ini diadakan untuk para lawyer yang ingin mendalami tentang perpajakan, yang tentu akan menjadi berbeda dengan lawyer pada umumnya. PKPP ini adalah hal pertama di Kalimantan Barat, diikuti oleh 8 peserta yang berpotensi menjadi pengacara pajak.

“Pontianak merupakan salah satu kota besar yang strategis, yang sangat berpotensi, karena tidak ada satu pun pengusaha yang tidak berhubungan dengan pajak, maka dari itu kita sekarang hadir disini,” ujar Ketua Perjakin Indonesia Petrus Loyani.

Baca: Sedang LIVE PSM Makassar Vs LAO Toyota, Penyisihan Akhir Grup H AFC Cup, Live iNews Jam 19.30 WIB

Baca: Hormati Jalani Ibadah Puasa, Panitia PGD 34 Akan Sesuai Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Baca: Desa Sungai Raya Wakili Kubu Raya Ikut Lomba Desa Tingkat Provinsi

Ia mengatakan pendidikan ini merupakan sesuatu yang sangat positif, karena kehadiran pengacara pajak akan menjadi pembela atau pendamping wajib pajak dalam melaksanaan pemenuhan hak dan kewajiban di perpajakan.

“Selama ini kan tidak ada profesi yang membela wajib pajak, mereka tahunya hanya dituntut untuk patuh membayar pajak tanpa mendapatkan pemahaman seperti apa,” Katanya.

Perjakin hadir sejak tahun 2016 lalu yang berpusat di Jakarta, kemudian mulai aktif melakukan pendidikan pada tahun 2017, dan relatif dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Denpasar dan kini di Pontianak.

“Kurang lebih wajib pajak yang terdaftar itu baru 38 juta, yang aktif 18 juta yang punya npwp, dari jumlah itu hampir sekitar 80 sampai 90 persen adalah orang awam tentang perpajakan. Banyak dari mereka yang tidak mengerti, selama ini tidak ada yang membela mereka,” ungkap Petrus.

Sampai saat ini Perjakin sudah menyelenggarakan pendidikan di 20 angkatan dengan jumlah peserta 125 pengacara pajak yang tersebar dibeberapa kota besar di Indonesia.

"Saya harap dengan kehadiran pengacara pajak di Pontianak, para wajib pajak di Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya bisa terayomi hak-haknya dalam menghadapi petugas pajak, artinya jangan sampai wajib pajak dituntut untuk patuh saja, tetapi dapat dibela juga hak-haknya" tutupnya. (Mia Monica)

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved