Pemilu 2019

Dugaan Suap Panwascam dan PPK di Kubu Raya Akan Dijerat Pasal Gratifikasi UU Tipidkor

"Beberapa barang bukti juga ada yang sudah diserahkan ke kita, ada uang tunai Rp100 juta dan handphone 3 unit,” katanya, Senin (13/05/2019).

Dugaan Suap Panwascam dan PPK di Kubu Raya Akan Dijerat Pasal Gratifikasi UU Tipidkor
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi kasus suap 

Dugaan Suap Panwascam dan PPK di Kubu Raya Akan Dijerat Pasal Gratifikasi UU Tipidkor

PONTIANAK - Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Anwar Nasir menerangkan jika dalam kasus dugaan suap Panwascam dan PPK di Kubu Raya bisa dijerat pasal gratifikasi yang diatur dalam UU Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor).

Ia juga mengatakan masih melakukan pendalaman pada kasus dugaan penyuapan ini dan telah memeriksa empat orang saksi. Termasuk menyita sejumlah barang bukti seperti uang tunai dan handphone.

"Beberapa barang bukti juga ada yang sudah diserahkan ke kita, ada uang tunai Rp100 juta dan handphone 3 unit,” katanya, Senin (13/05/2019).

Baca: Kasus Dugaan Suap Panwascam Bawaslu Kalbar Pastikan Tak Hambat Proses Rekap di Kubu Raya

Baca: Panwascam di Kubu Raya Diduga Terima Suap, Bawaslu Pastikan Tak Bisa Jadi Penyelenggara Pemilu Lagi

Sebelumnya, ia juga mengatakan jika pemeriksaan empat orang saksi setelah dilimpahkan dari Sentra Gakumdu.

Kombes Pol Anwar Nasir juga enggan berkomentar lebih jauh terkait dengan potensi adanya terduga lain sebelum mendapat hasil dari pemeriksaan empat orang saksi.

"Sebagaimana UU Tindak Pidana Korupsi, untuk yang ini termasuk gratifikasi tentunya terhadap ketiganya, baik penyuap maupun penerima suap akan kita kenakan UU Tipikor pasal Gratifikasi.Tentu nanti kita dalami bagaimana peran mereka masing-masing. Keterlibatan pihak lain, nanti hasil pemeriksaan saksi dulu," katanya. (dho)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved