Harga Tiket Pesawat Tinggi, Tak Pengaruhi Okupansi Hotel Grand Mahkota Pontianak

Mochammad Rizal Razikan mengatakan naiknya harga tiket pesawat tidak berpengaruh dengan tingkat keterisian hotel

Harga Tiket Pesawat Tinggi, Tak Pengaruhi Okupansi Hotel Grand Mahkota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/Mia Monica
General Manager Grand Mahkota Pontianak, Mochammad Rizal Razikan saat di temui di Grand Mahkota Hotel Pontianak, saat membahas dampak dari tingginya harga tiket pesawat, Senin (13/5/2019). 

Harga Tiket Pesawat Tinggi, Tak Pengaruhi Okupansi Hotel Grand Mahkota Pontianak 

PONTIANAK - Dengan tingginya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar, banyak hotel di Pontianak yang terkena dampak hal tersebut yaitu turunnya tingkat keterisian. Namun Hal ini tidak dirasakan oleh Hotel Grand Mahkota Pontianak.

General Manager Grand Mahkota Pontianak, Mochammad Rizal Razikan mengatakan naiknya harga tiket pesawat tidak berpengaruh dengan tingkat keterisian hotel.

“Tiket pesawat naik itu tidak ada pengaruhnya, seperti di catatan hotel setiap hari di bulan april kemarin itu masih 60 persen,” ujarnya.

Ia menyebutkan di Januari, awal tahun 2019 memang sempat mengalami penurunan, tapi di Februari, Maret dan April okupansinya naik lagi, hingga 17 persen dari tahun lalu.

“Di bulan ramadan ini memang okupansi turun, tapi kalaupun turun pengaruhnya ramadan bukan karena naiknya harga tiket, ini masih 50 persen,” jelasnya.

Baca: Neo Hotel Rasakan Dampak Tingginya Harga Tiket Pesawat

Baca: Ferdinand Hutahaean Ungkap Temuan Demokrat Soal Klaim Kemenangan Prabowo Sebenarnya, Bukan 62%

Baca: FOTO: Aksi Coret Seragam Putih Abu-abu Rayakan Kelulusan di Pontianak

Dikatakannya juga, untuk 3 tahun terakhir, okupansi Hotel terus mengalami kenaikan.

“Pengunjung yang datang ke Pontianak lewat Supadio hampir 1500 kenaikannya, artinya semakin banyak orang yang datang mereka akan menggunakan hotel, kuliner dan souvernir,” imbuhnya.

Kota Pontianak yang aman, serta didukungnya dari Pemerintah, Komunitas, bahkan badan promosi PHRI yang sedang menggalangkan priwisata menjadi menunjang banyaknya pengunjung yang datang.

“Artinya tidak hanya PHRI, dari sudut pandang mana pun, kan target pariwisata 70 persen ya, makanya tidak ada penurunan di 3 tahun ini, stuck sama pun tidak,” katanya.

Dengan jumlah kamar yang paling sedikit dibanding kompetitor lain, Rizal mengatakan Grandmahkota selalu kekurangan kamar.

“Dibulan ramadan ini alhamdulillah, diminggu ke 3 okupansi penuh 100 persen,”

Keunggulan Grand Mahkota yaitu dari segi design berbeda dari yang lainnya serta luasnya lahan parkir sehingga event sebesar apapun Grand Mahkota siap untuk menampung.

“Dengan tamu, baik dari instansi pemerintah atau pun yang lainnya, dari kalangan manapun, kami welcome, kami anggap mereka owner kami, semua dilayanan itu yang saya ditanamkan keseluruh staf Grand Mahkota,” pungkasnya.

Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved