Smartwomen

Garap Proyek Energi Baru Terbarukan, Lilia Oktavia Taslim Dalami Ilmu di Denmark

Okta juga menjadi salah satu perwakilan Kalbar yang mendapatkan beasiswa dari 16 orang seluruh Indonesia untuk berangkat di bulan Juni hingga 3 bulan

Garap Proyek Energi Baru Terbarukan, Lilia Oktavia Taslim Dalami Ilmu di Denmark - lilia-oktavia-taslim-1.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Staf Khusus GM PLN Kalbar, Lilia Oktavia Taslim
Garap Proyek Energi Baru Terbarukan, Lilia Oktavia Taslim Dalami Ilmu di Denmark - lilia-oktavia-taslim-2.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Staf Khusus GM PLN Kalbar, Lilia Oktavia Taslim
Garap Proyek Energi Baru Terbarukan, Lilia Oktavia Taslim Dalami Ilmu di Denmark - staf-khusus-gm-pln-kalbar-lilia-oktiavi-taslim.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Staf khusus GM PLN Kalbar, Lilia Oktiavi Taslim

Garap Proyek Energi Baru Terbarukan, Lilia Oktavia Taslim Dalami Ilmu di Denmark

PONTIANAK -  Lilia Oktavia Taslim, ia merupakan staf khusus GM PLN Kalbar yang memiliki basic teknik distribusi.

Wanita satu ini terjun di dunia kelistrikan karena pilihan orangtuanya yang bisa membuatnya berkarir hingga sekarang.

Panggilannya yang disebut Okta itu, memiliki lesung pipi yang menawan. Ia yang berasal Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, menakdirkannya satu diantara wanita lainnya yang terjun di bidang distribusi listrik.

"Listrik ini merupakan Power Sektor, jadi di dunia Internasional Energy Agency itu menargetkan di tahun 2030 bahwa 30 persen pekerja di sektor Energy itu adalah perempuan. Dan saya ingin itu lebih banyak perempuan yang bisa bergabung, terutama masuk di PLN itu di sektor Powernya," ungkap Okta.

Baca: Lilia Oktavia Taslim, Srikandi Kelistrikan di Kalbar dan Impiannya Menerangi Negeri Hingga Pelosok

Baca: Korsleting Sebabkan Pemadaman, UP3 PLN Singkawang Sesalkan Layangan Berkawat

Hal itu juga menjadi harapannya untuk memenuhi target dunia bahwa perempuan itu bisa masuk menjadi Power Sektor Energy.

Okta ingin mengubah stigma bahwa, wanita yang berkarir itu harus mempunyai arti bukan hanya diam saja tetapi harus bisa memberikan impact dan efek yang berarti untuk orang-orang yang ada disekitarnya.

Dicontohkannya jika masyarakat yang ada di pedalaman yang belum mendapatkan listrik lalu bisa dapat listrik maka pola kehidupannya akan bisa berubah, taraf ekonomi juga akan berubah dan semakin meningkat, serta di kota untuk sektor industri yang semakin terpenuhi, maka pendapatan ekonomi daerah juga bisa semakin bertambah karena adanya pasokan listrik yang mencukupi.

"Jika terpenuhi, maka banyak tenaga kerja yang akan terserap, dan angka kemiskinan itu turun, nah listrik bisa mengubah itu semua, maka itu yang membuat saya menjadi semangat untuk bisa memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat," tambahnya.

Baca: Listrik Padam di Tarawih Pertama Dikecam Warga Ketapang, PLN Ketapang Beri Penjelasan Penyebabnya

Baca: PLN Sanggau Hindari Pemadaman Terencana Selama Ramadan, Pastikan Tak Ada Kekurangan Daya

Di tahun 2019, ada dua pencapaian yang didapatkan dan akan dikejar oleh wanita satu ini.

Ia akan kembali sekolah lagi dengan mengejar beasiswa yang diberikan oleh kedutaan Denmark.

Okta juga menjadi salah satu perwakilan Kalbar yang mendapatkan beasiswa dari 16 orang seluruh Indonesia untuk berangkat di bulan Juni hingga 3 bulan depan.

Ia menjadi perwakilan karena sebelumnya ia dipercaya oleh PLN Kalbar untuk mengerjakan Projek tentang Energy Baru Terbarukan dengan orang-orang Denmark yang mengembangkan projek selama 7 bulan, sebelumnya.

Selain itu, di tahun ini Okta juga tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita yang akan menikah dan memiliki keluarga, senyuman bahagia itu terlihat di wajahnya karena tidak sabar menantikan waktunya tiba, "Insyaallah," ucapnya. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved