Pilpres 2019
Serang SBY, Kivlan Zein Sebut Juniornya Itu Licik dan Ingin Jegal Prabowo Jadi Capres Pilpres 2019
Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri
Penulis: Rihard Nelson Silaban | Editor: Rihard Nelson Silaban
Serang SBY, Kivlan Zein Sebut Juniornya Itu Licik dan Ingin Jegal Prabowo Jadi Capres di Pilpres 2019
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Koalisi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi kini tengah memanas.
Pasalnya, di internal mereka kini terjadi aksi saling sindir, terbaru Kivlan Zein menyerang Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Kivlan Zen menuding Ketua Umum Partai Demokrat SBY bertindak licik saat Pilpres 2019.
Ia menyebut, SBY dan Partai Demokrat ingin menjegal Prabowo Subianto batal menjadi capres di Pilpres 2019.
"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," kata Kivlan Zen di sela aksi demo di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).
Baca: Situng KPU Pilpres 95%, Sisa 758 TPS, 6 Kabupaten/Kota 100 Persen, Ini Peta Suara Jokowi Vs Prabowo
Baca: Data 571.889 TPS Masuk Situng KPU Pilpres 2019, Jokowi Raup 60 Juta, Prabowo 47 Juta
Selain itu, Kivlan juga menyinggung peryataan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut ada setan gundul di Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi.
Kivlan justru menyebut Andi Arief yang merupakan setan gundul.
"Ya yang setan gundul itu dia yang setan gundul, Andi Arief setan gundul, dia yang setan. Masa kita dibilang setan gundul," jelas Kivlan Zen.
Sebelumnya diberitakan, Andi Arief bercuit soal 'setan gundul' yang muncul di tengah perjalanan perjuangan Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Andi mengatakan 'setan gundul' itu memberikan masukan kepada Prabowo yang menurutnya sesat.
Andi mengatakan Partai Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan partai-partai politik pengusung Prabowo-Sandi, yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Berkarya, serta rakyat, bukan 'setan gundul'. Jika si 'setan gundul' masih hadir, Andi mengancam Demokrat bakal memilih jalan sendiri.
Baca: Kalteng Calon Kuat Ibu Kota Indonesia, Jokowi Kunjungi Tugu Soekarno Usia 62 Tahun, Warganet Dukung
Datangi Bawaslu
Kivlan Zen dan Eggi Sujdana terlihat mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Kamis (9/5/2019).
Pantauan Tribunnews.com, Kivlan Zen yang tampak mengenakan kemeja abu-abu dengan topi Bucket hat berwarna cream tiba di halaman Kantor Bawaslu sekitar pukul 15.00 WIB.
Kivlan Zen tampak didampingi kuasa hukumnya, Eggi Sudjana.