Pemulihan Trauma Masa Lalu Ternyata Membutuhkan Orang Terdekat

Kekerasan fisik memang tidak hanya memberikan luka secara fisik tapi juga memberikan luka secara psikis

Pemulihan Trauma Masa Lalu Ternyata Membutuhkan Orang Terdekat
Shutterstock
Ilustrasi 

Pemulihan Trauma Masa Lalu Ternyata Membutuhkan Orang Terdekat

PONTIANAK - Mengenang masa lalu memang bisa membawa kita melihat kembali kenangan manis dan kenangan indah bersama sang kekasih.

Tetapi duri yang kita simpan bisa saja menjadi kenangan terburuk yang harus siap kita hadapi untuk melupakan masa lalu itu juga.

Menyikapi hal itu, berikut ini saran dari Psikolog Rika Indarti terhadap satu kasus yang diusulkan oleh seorang wanita yang pernah menyimpan luka di masa lalu.

Pertanyaan, teman saya punya kasus di masa lalunya bahwa ia pernah mendapatkan kekerasan fisik oleh mantan kekasihnya. Namun kekasihnya itu sayang dengan dia, tetapi teman saya tidak bisa lagi karena takut terus-menerus mendapatkan kekerasan itu. Yang ingin ditanyakan oleh teman saya ialah, bagaimana ia bisa mengahadapi trauma di masa lalu itu.

Karena baru2 ini, ada tetangganya yang mendapatkan kekerasan fisik sepertinya dulu. Sehingga teman saya merasa ketakutan sampai gemetar, secara umum dia terlihat baik, namun jika kita lihat lebih dekat, dia itu ketakutan dan sampai tidak bisa tidur ataupun istirahat.

Melan (25), Serdam

Baca: Kue Bingke Jadi Alternatif Menu Berbuka Puasa  

Baca: Bea Cukai Entikong Musnahkan Pakaian Bekas‎ Hasil Sitaan

Baca: Nilai Total Pembangunan Jembatan Landak II Mencapai Rp106 Miliar

Jawaban: Kekerasan fisik memang tidak hanya memberikan luka secara fisik tapi juga memberikan luka secara psikis. Terkadang individu yang mengalami hal-hal tersebut hanya mendapatkan bantuan penanganan secara medis untuk memulihkan luka-luka fisik yang terjadi akibat kekerasan tersebut.

Mereka sangat jarang mendapatkan bantuan psikis, karena memang luka psikis tidak terlihat nyata. Namun luka tersebut bila tidak ditangani dengan baik dan tuntas tentu akan menimbulkan trauma mendalam. Dimana hal tersebut dapat mengganggu aktivitas individu tersebut, terlebih bila ia berhadapan dengan situasi yang mirip, sehingga merecall kembali memorinya terhadap peristiwa yang dialaminya, sehingga menimbulkan perasaan cemas, tidak nyaman bahkan ketakutan.

Beberapa tehnik untuk penanganan trauma dapat dilakukan oleh kalangan psikologi, diantaranya hypnotherapy.
Namun bila ingin dilakukan secara mandiri tanpa bantuan psikolog, penanganan trauma bisa dilakukan dengan pendekatan dukungan yang total oleh pihak terdekat. Sehingga ia tidak merasa sendiri. Dukungan total dari pihak terdekat juga dapat memulihkan rasa kepercayaan dirinya untuk menanggapi berbagai situasi. Olahraga teratur dan memperbanyak aktivitas positif juga dapat mempercepat pemulihan trauma.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved