Cara Presiden Mahasiswa FKIP Untan Seimbangkan Antara Organisasi, Kuliah dan Keluarga Selama Ramadan

Presiden Mahasiswa FKIP Untan, Muhammad Akbar Aditya, punya tips dan cara menarik menyeimbangkan kewajiban di organisasi, kuliah, dan juga di keluarga

Cara Presiden Mahasiswa FKIP Untan Seimbangkan Antara Organisasi, Kuliah dan Keluarga Selama Ramadan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Presiden Mahasiswa FKIP Untan, Muhammad Akbar Aditya 

Cara Presiden Mahasiswa FKIP Untan Seimbangkan Antara Organisasi, Kuliah dan Keluarga Selama Ramadan

PONTIANAK - Dunia kampus tidak hanya mengajarkan kita dalam mengejar target-taget nilai (belajar) tetapi juga secara tersirat mengajarkan kita bagimana berinteraksi dengan masyarakan luar secara langsung. 

Oleh karena itu, dalam kehidupan kampus peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepribadiannya menjadi begitu besar. Mahasiswa dituntut untuk bisa mengembangkan kreatifivitas dan inovasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Apalagi jika ditambah dengan mengikuti sebuah aktivitas yang tergabung dalam organisasi di kampus baik itu organisasi mahasiswa, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai organisasi tertinggi, Himpunan Mahasiswa Fakultas, dan beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya. 

Baca: Sambut Ramadan Jauh dari Keluarga, Ini Kata Mahasiswa FKIP Untan

Baca: FOTO: Lihat Cantiknya Mega Puspita, Peraih Lulusan Terbaik Wisuda Periode III FKIP Untan 2019

Presiden Mahasiswa FKIP Untan, Muhammad Akbar Aditya, punya tips dan cara menarik menyeimbangkan kewajiban di organisasi, kuliah, dan juga di keluarga selama Ramadan ini. 

Berikut penuturan pemuda yang kini berstatus mahasiswa Fisika FKIP Untan, dan punya akun Instagram @muhammadakbaraditya_ itu, Kamis (09/05/2019): 

"Pendapat saya dalam menyikapi waktu di bulan ramadan baik itu organisasi, kampus dan keluarga pasti memang memerlukan manajemen waktu. Karena saya tidak hanya aktif di kampus, tetapi di kegiatan di desa, jadi tidak ada yang setengah-setengah dalam mengerjakan semuanya dan harus totalitas. Saya sendiri berasal dari Sungai Pinyuh dan sering sekali saya pulang pergi ketika ada amanah di Pontianak maka saya akan balik, dan jika ada kegiatan di desa saya juga akan pulang. 
Saya lebih memprioritaskan suatu kegiatan gimanapun jika itu sudah diberikan amanah dan akan saya laksanakan. Baru-baru ini saya juga mendapatkan amanah di kegiatan Rombak desa yang menjadi juara satu mewakili Kabupaten Mempawah untuk wilayah Kalbar, dan disitulah tanggung jawab saya sebagai lelaki untuk memprioritaskan mana yang dibutuhkan untuk diri saya, desa saya keluarga bahkan lingkungan yang ada disekitar saya. Saya tidak akan melupakan keluarga karena sibuk dengan organisasi, disini saya dituntut untuk mengatur cara dan bagaimana mengatur waktu yang tepat untuk saya berkumpul dengan keluarga seperti momen puasa pertama yang tidak ingin saya lewatkan bersama keluarga saya. Intinya, setiap kegiatan apapun itu saya selalu izin dan memberi kabar kepada orang tua saya, karena ridho dan kesuksesan kita ada pada mereka. Seperti di bulan mendatang saya akan mengikuti kegiatan di NTB dan ada beberapa lainnya maka saya sudah minta izin terlebih dahulu pada orangtua agar mereka juga bisa terus mendukung kegiatan positif yang dilakukan oleh anaknya,"
 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved