Berani Nimbun Bahan Pokok, Satgas Pangan Ancam Pidana Sampai 7 Tahun Penjara

Dirinya pun menegaskan bahwa bila mana sampai ada pihak uang melakukan pembinaan atau spekulan yang bermain, maka akan ditindak tegas

Berani Nimbun Bahan Pokok, Satgas Pangan Ancam Pidana Sampai 7 Tahun Penjara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Satgas Pangan saat berada di Pasar Juadah Mujahidin, Kamis (09/05/2019) 

Berani Nimbun Pangan, Satgas Pangan Ancam Pidana Sampai 6 Tahun Penjara

PONTIANAK - BPOM Provinsi Kalbar bersama dengan Satgas Pangan dan Pemkot Pontianak menggelar sidak ke sejumlah pasar retail dan Pasar Juadah di Kota Pontianak.

Selain melakukan sidak BPOM juga mengambil sampel makanan yang dijual di Pasar Juadah, dan hasilnya dari pengujian di Mobil Laboratorium tidak ada makanan yang dijual mengandung bahan makanan berbahaya.

Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah selaku direktur Reskrimsus Polda Kalbar, sekaligus Kepala Satgas Pangan Kalbar mengatakan bahwa kehadiran pihaknya bersama BPOM dan Disperindag untuk melihat apakah makanan yang ada dipasaran terjamin kesehatannya.

Baca: Uji Sampel 12 Titik Pasar Juadah di Pontianak, BBPOM Nyatakan Semua Makanan Bebas Bahan Berbahaya

Baca: Diuji BBPOM, 58 Sampel Makanan dan Takjil Buka Puasa di Pontianak Negatif Bahan Berbahaya

"Kami dari tim Satgas pangan Provinsi Kalimantan Barat mendampingi teman-teman dari BPOM dan Disperindag melakukan pengawasan dan pengecekan dibeberapa pasar-pasar tradisional, dan juga pasar modern, tentunya hari ini teman-teman ingin melihat apakah ketersediaan makanan ini terjamin dari segi kesehatan, tadi teman-teman BPOM melakukan pengecekan dari sekian puluh sampel dan hasilnya aman dan negatif bahan berbahaya,"paparnya saat ditemui di Pasar Ramadhan di Mujahidin. Kamis (9/5/2019).

Dalam hal pemeriksaan sendiri, dirinya menerangkan bahwa ada 3 hal utama yang pihaknya lihat dalam memeriksa pangan.

"Pertama kami ingin mengecek kepastian bahwa stock ataupun pangan tersedia, ini yang harus selalu kami cek, apakah betul - betul stok ini tersedia, dan juga mencukupi kebutuhan menjelang hari besar keagamaan, yang kedua kami memastikan terkait distribusi nya, apakah Distribusi nya lancar atau bermasalah, dan yang ketiga adalah kami harus menjamin tentang kestabilan harga, karena ini terkait tentang inflasi,"ujarnya.

Baca: Haryadi Bersyukur Semua Sampel Takjil Buka Puasa di Pontianak Negatif Bahan Berbahaya

Baca: Polres Sambas Tangkap Pelaku Tindak Pidana Perlindungan Konsumen, Amankan Gula Pasir dan Pikap

Iapun meyakinkan bahwa hingga hari ini stok pangan diwilayah Kalimantan barat aman hingga nanti dihari raya idul Fitri.

"Alhamdulillah sampai hari ini, untuk wilayah Kalbar kita masih memiliki stok yang aman, sampai beberapa bulan ke depan, distribusinya cukup lancar kemudian, untuk harganya sampai saat ini masih belum ada yang mengalami lonjakan harga yang signifikan,"terangnya.

Dirinya pun menegaskan bahwa bila mana sampai ada pihak uang melakukan pembinaan atau spekulan yang bermain, maka akan ditindak tegas, dengan ancaman pidana sampai 6 tahun penjara.

"Kalau ada pelaku distributor yang melakukan penimbunan, dikatakan penimbunan ini bila harga di pasar mahal, stok kurang, dan ada pihak yang menyimpan dengan jumlah yang banyak di gudang, maka ini dikategorikan penimbunan, sudah di atur dalam pasal 133 undang - undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, itu ancamannya ndak main - main, yakni 7 tahun penjara," jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved