Klub Riset IAIN Pontianak Adakan Program Menulis Budaya Daerah

Klub Riset IAIN Pontianak kembali membuat program kerja berupa menulis untuk mengangkat kearifan lokal daerah

Klub Riset IAIN Pontianak Adakan Program Menulis Budaya Daerah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Klub Riset IAIN Pontianak kembali membuat program kerja berupa menulis untuk mengangkat kearifan lokal daerah 

Klub Riset IAIN Pontianak Adakan Program Menulis Budaya Daerah

Citizen Reporter Koordinator publikasi dan dokumentasi Klub Riset IAIN Pontianak, Juharis

PONTIANAK - Klub Riset IAIN Pontianak kembali membuat program kerja berupa menulis untuk mengangkat kearifan lokal daerah. Bertepatan dengan bulan puasa, sebulan dalam setahun ini dimanfaatkan dengan baik oleh pembimbing klub dan para pengurus. Program yang direncanakan adalah menulis narasi budaya puasa di daerah masing-masing.

Suasana menyambut Ramadan di beberapa daerah mempunyai ciri khas tersendiri. Berbagai macam tingkah polah masyarakat menjadi budaya yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-sehari di bulan puasa.

Budaya luhur tersebut disadari atau tidak lambat laun memudar seiring perkembangan zaman. Padahal, sejatinya kebiasaan tersebut melahirkan tindak-tanduk kehidupan sosial masyarakat seperti menumbuhkan nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan. Semuanya memiliki peran penting terhadap kerukunan bertetangga serta bermasyarakat luas.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions di RCTI Semifinal Liverpool Vs Barcelona Tanpa Pemain Utama

Baca: Hasil Pilpres 2019 Sementara Data C1 KPU Masuk 69,10% Cek Suara Jokowi Vs Prabowo

Baca: Pemkot Upayakan Terus Dongkrak Indeks Pembangunan Manusia

Untuk menghindari rapuhnya kearifan lokal tersebut, perlu adanya partisipasi perguruan tinggi dalam merajut kembali nilai-nilai yang hilang. Di antaranya adalah melakukan penelitian dan mengikatnya dalam bentuk tulisan.

Dalam hal ini, Klub Riset sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang penelitian ilmiah berperan penting. Melalui gerakan menulis dari daerah masing-masing, segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya kehidupan masyarakat menghadapi, melaksanakan, dan melepas Ramadan tidak hilang begitu saja. Jika pun tidak, minimal masih bisa dikenang dalam bentuk tulisan.

Karenanya, atas pengarahan pembimbing, Didi Darmadi, diharapkan seluruh anggota Klub Riset mampu mengaktualisasi dirinya dengan menuliskan narasi berkaitan dengan hal tersebut di atas. Penulisan dengan gaya bahasa santai dan tidak monoton. Seperti halnya cerpen atau novel, kali ini isi tulisan biarkan mengalir sesuai keinginan penulis dan berdasarkan fakta empiris di lingkungan masing-masing. Hasil akhirnya tidak lain berupa buku.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved