Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0

Seminar Nasional bertajuk tema "Prospek dan Tantangan Implementasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0.

Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kegiatan seminar nasional IAIN Pontianak 

Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0

Citizen Reporter Mahasiswa IAIN Pontianak Citi Maulida

PONTIANAK - Program studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak menggelar Seminar Nasional bertajuk tema "Prospek dan Tantangan Implementasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0. seminar ini berlangsung di Aula Gedung Rektorat IAIN Pontianak pada Sabtu kemarin. (3/5/2019).

Pemateri dalam seminar ini adalah Faisal Basri yqng merupakan pengamat ekonomi dan politikus Indonesia. Kemudian Adnan Sharif selaku kepala Sub Bagian Pengawasan Bank 1 Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat, dan Fachrurrazi yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa FEBI dan para dosen di lingkungan FEBI.

Fachrurrazi dalam penyampaiannya mengatakan bahwa tujuan pokok peran perguruan tinggi adalah menjadikan mahasiswanya berkualitas. Dengan adanya seminar Nasional ini diharapkan mampu membuka pemikiran mahasiswa FEBI tentang pospek dan tantangan Ekonomi Syariah di era revolusi Industri ini. Ia mengharapkan bahwa FEBI tidak hanya untuk mahasiswa yang terdaftar di FEBI saja namun untuk semua, artinya FEBI datang untuk menjadi solusi perekonomian khususnya di era digital ini.

Baca: Reskrim Polsek Kubu Amankan Seorang Pemuda, Kedapatan Bawa Tas Selempang Berisi Sabu dan Bong

Baca: Kalbar 24 Jam - Modus Gadis 17 Tahun Diperkosa, hingga Menteri Susi ‎Tenggelamkan 13 Kapal Vietnam

Baca: Pelepasan Malam Puncak, Peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional Kalbar 2019

Sedangkan Faisal Basri dalam penyampaian materinya mengatakan bahwa saat ini ekonomi Indonesia mengalami perlambatan dari negara lain." Negara lain sudah beberapa kali lebih maju namun Negara Indonesia selalu menerapkan alon-alon tapi klakon, ini yang membuat pertumbuhan lambat" ungkapnya

Ia mengharapkan generasi milenial mampu beradaptasi dengan perkembangan revolusi industri, karena setelah 2030 nanti generasi milenial juga menanggung beban para orang tua. Menuruthya Ekonomi syariah adalah solusi paling tepat untuk mengatasi ketimpabgan ekonomi karena berdasarkan kemaslahatan dan keadilan tanpa adanya eksploitasi, hal ini menjadikan perekonomian merata.

Lain halnya Adnan sharif dalam penyampaian materinya menjelaskan tentang peluang Financial Technologi (Fintech) di Kalimantan Barat Ia menjelaskan mengapa Bank Konvensional lebih maju daripada bank syariah karena sumber daya manusia bank konvensipnal lebih berkompeten dari pada sumber daya bank syariah.

"Saat ini orang lebih banyak nabung di bank konvensional karena merasa paraktis, tidak usah ke bank bisa transaksi langsung lewat HP, ini membuktikan bahwa fintech di Bank Konvensional maju, sedang kalau kita lihat orang ingin nabung di bank syariah harus ngantri panjang karena fintechnya belum maju" ungkapnya.

Ia berharap generasi milenial khususnya mahasiswa FEBi dapat melek teknologi agar bisa memajukan ekonomi syariah. Karena terbukti ekonomi syariah solusi kesejahteraan dan mampu bertahan di gonjangan ekonomi, salah satunya ketika krisis moneter ekonomi syariah tidak ikut tumbang. 

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved