Pengamat Ekonomi Faisal Basri Isi Seminar di Kampus IAIN Pontianak, Bahas Hal Berikut

"Kolaborasi mahasiswa diperlukan, jangan jadi mahasiswa yang sudah pandai korupsi" pungkasnya.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri Isi Seminar di Kampus IAIN Pontianak, Bahas Hal Berikut
Istimewa
Faisal Basri menyampaikan materi seminar di IAIN Pontianak, beberapa waktu lalu 

Pengamat Ekonomi Indonesia Faisal Basri Isi Seminar di Kampus IAIN Pontianak, Bahas Hal Berikut

Citizen Reporter
Jauharis
Mahasiswa IAIN Pontianak

PONTIANAK - Pengamat ekonomi Indonesia, Faisal Basri, bertandang ke kampus Islam negeri pertama di Kalimantan Barat, IAIN Pontianak. Beliau datang sebagai pemateri seminar nasional bertajuk "Prospek dan Tantangan Implementasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0" Sabtu (03/5) di gedung rektorat lantai empat.

Dalam kesempatan yang singkat tersebut beliau menyampaikan akan prospek industri 4.0 terhadap kondisi ekonomi syariah. Pada dasarnya menurut beliau perkembangan industri digital yang masif ini semestinya dihadapi dengan penuh keoptimisan. Stigma ketakutan terhadap robot yang menguasai pekerjaan manusia umumnya tidak akan mungkin di semua lini kehidupan. Manusia adalah makhluk istimewa dibanding lainnya katena memilikinruh dan akal yang tidak dimiliki makhluk lain, terlebih robot.

"Jangan takut dengan perkembangan 4.0, apalagi takut robot bekerja, semua tidak bisa digantikan robot. Kita manusia makhluk spesial dari Tuhan. Jangan cemberut." ungkapnya serak memotivasi.

Baca: Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0

Baca: Pengamat Ekonomi Faisal Basri Punya Pengalaman Buruk di Pontianak, Apa Itu?

Tokoh berpengaruh terhadap sistem ekonomi Indonesia itu juga mengharapkan agar para mahasiswa menjadi tonggak utama perubahan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan data kondisi ekonomi tanah air serta membandingkannya dengan ekonomi negara luar seperti Singapura, Malaysia, China, Thailand, Korea, dan negara maju lainnya. Ia pun sangat menyayangkan Filipina bahkan menyusul perekonomian negeri seribu pulau itu.

Sebagai alternatif solusi, menurut Faisal Bahri, ekonomi syariah adalah bagian penting perekonomian. Sektor perbankan sebagai jantung ekonomi harus pandai mengelola keuangan yang ada. Kondisi perbankan sekarang lebih bersifat menzalimi. Ekonomi Islam dengan implementasi bagi hasil harus berperan penting.

Selain itu, dalam perbankan syariah mestinya tidak kearab-araban. Maksudnya gunakanlah istilah-istilah yang mudah dipahami masyarakat, bukan dengan tulisan Arab yang masyarakat tidak tahu. Hal itu menambah kerumitan.

Baca: Faisal Basri Sebut Dua Menteri Ini Bergaya Sengak

Baca: Pengamat Ekonomi Faisal Basri Punya Pengalaman Buruk di Pontianak, Apa Itu?

"Pada dasarnya keberhasilan ekonomi syariah dilandasi oleh sunnatullah." tegasnya dalam menjelaskan kondisi ekonomi syariah.

Di akhir materinya ia menuturkan bahwa kolaborasi semua elemen masyarakat terutama mahasiswa merupakan statement utama untuk menghadapi revolusi industri dan perekonomian syariah di Indonesia.

"Kolaborasi mahasiswa diperlukan, jangan jadi mahasiswa yang sudah pandai korupsi" pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved