FEBI IAIN Pontianak Buat Seminar Nasional, Hadirkan Ekonom Kenamaan Faisal Basri, Simak Pemaparannya

Menurut Faisal Basri, Ada 2 faktor yang mendukung pertumbuhan digital di Indonesia yaitu tingkat pertumbuhan e-commers sales dan inklusi keuangan

FEBI IAIN Pontianak Buat Seminar Nasional, Hadirkan Ekonom Kenamaan Faisal Basri, Simak Pemaparannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Pengamat ekonomi ternama tanaH air, Faisal Basri saat menyampaikan materi dalam seminar yang dihelat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak, Sabtu (4/5/2019). 

FEBI IAIN Pontianak Gelar Seminar Nasional, Hadirkan Ekonom Kenamaan Faisal Basri

PONTIANAK - Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pontianak gelar Seminar Nasional di Aula Rektorat IAIN Pontianak Lantai 4 dengan tema “Prospek dan Tantangan Implementasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0”, Sabtu (4/5/2019). 

Pemateri dalam seminar ini adalah Faisal Basri dan Adnan Syarif, serta dipandu Zarkasi selaku moderator. Acara ini diresmikan langsung oleh H Fachrurrazi selaku Dekan FEBI IAIN Pontianak

Pada pidato pembukaan yang disampaikannya, beliau mengatakan bahwa masyarakat Kalimantan Barat sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti seminar tentang ilmu pengetahuan mengenai perekonomian dimasa sekarang yang sudah mengalami banyak perubahan dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0. 

Dimana kegiatan ini bisa dimulai dari lingkungan mahasiswa IAIN Pontianak yang juga merupakan bagian dari masyarakat Kalimantan Barat. 

Baca: Pengamat Ekonomi Faisal Basri Isi Seminar di Kampus IAIN Pontianak, Bahas Hal Berikut

Baca: Yuk Kenalan dengan Klub Riset IAIN Pontianak, Simak Agenda Rapatnya Kali Ini

 “Masyarakat Kalimantan Barat sangat haus akan kegiatan seminar seperti ini dan IAIN Pontianak akan mendukung mahasiswa dalam penyelenggaraannya guna meningkatkan kualitas pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak”, katanya.

 Dikatakannya juga seminar nasional ini membuka peluang bagi civitas academica untuk melakukan rekurikulum di masing masing instansi pendidikannya sesuai dengan perkembangan ekonomi di era revolusi industri 4.0 ini. 

Perkembangan ekonomi juga sejalan dengan kemajuan teknologi sehingga mendukung kemajuan dunia pendidikan. Di masa mendatang pendidikan tidak hanya milik kalangan berada (menengah - keatas), tetapi juga untuk kalangan yang memiliki keterbatasan ekonomi namun memiliki keinginan untuk mengenyam pendidikan. 

 “Ke depannya, saya akan mendorong para dosen untuk mengembangkan suatu sistem yang biasa disebut online massif tools. Dimana kita bisa hadir (melakukan kegiatan belajar-mengajar) dimanapun dengan teknologi digital”, ujarnya.

Pemateri pertama dalam seminar ini, Faisal Basri yang merupakan ekonom di Indonesia dalam pembahasannya, beliau menyampaikan bahwa ada 2 faktor yang mendukung pertumbuhan digital di Indonesia yaitu tingkat pertumbuhan e-commers sales yang tinggi sehingga ada peluang yang besar untuk dikembangkan dan financial inclusion yang masih rendah, seperti financial technology atau fintech (teknologi dibidang keuangan) yang masih belum diminati, karena sebagian besar masyarakat masih bertransaksi menggunakan uang tunai. 

Baca: Faisal Basri Minta Pemerintah Batalkan Rencana Pencabutan Subsidi Listrik Pelanggan 450 VA

Baca: Pengamat Ekonomi Faisal Basri Punya Pengalaman Buruk di Pontianak, Apa Itu?

Halaman
12
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved