Yohanes Ontot Terimas Kunjungan Duta Besar Prancis di Desa Tae

Kunjungan Duta Besar Perancis ini dalam rangka peninjauan studi dampak program pemberdayaan holistik kepada masyarakat yang sudah berlangsung selama t

Yohanes Ontot Terimas Kunjungan Duta Besar Prancis di Desa Tae
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot saat menerima kunjungan Dubes Mr Jean Charles Berthonnet dan yang lainya di Ketemenggungan Tae, Desa Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, (2/5/2019). 

Yohanes Ontot Terimas Kunjungan Duta Besar Prancis di Desa Tae

Citizen Reporter
Christ TCG
Humas Setda Sanggau

SANGGAU - Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot, bersama dengan Institut Dayakologi (ID) menerima kunjungan Duta Besar Perancis Mr Jean Charles Berthonnet bersama Direktur AFD (Agency France for Development) Mr Emmanuel Baudran, Pierre Vincent (Sekretaris Utama Kedutaan) dan Direktur CCFD- TS, (Komite Katolik untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Pembangunan) yang diwakili Mr Nicolaas Heeren di Ketemenggungan Tae, Desa Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, (2/5/2019).

Kunjungan Duta Besar Perancis ini dalam rangka peninjauan studi dampak program pemberdayaan holistik kepada masyarakat yang sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir di Ketemenggungan Tae.

Diantaraya pengakuan hak-hak Masyarakat Adat dari Pemerintah Pusat, yaitu hutan adat yang merupakan hasil kerja sama Institut Dayakologi yang dipimpin Kriss Gunui’ dan tim bekerjasama dengan Pemda Sanggau yang didukung oleh CCFD dan AFD.

Baca: Gubernur Kalbar Serahkan 1185 Sertifikat Tanah Kepada Warga di Desa Tae

Baca: VIDEO: Kunjungi Desa Tae, Gubernur Kalbar Untuk Menyerahkan 1185 Sertifikat Tanah Kepada Warga

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sanggau, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot berterima kasih kepada Institut Dayakologi bersama CCFD dan AFD dari Prancis yang telah mendampingi masyarakat dalam pengembalian hak-hak adat sebagai Masyarakat Adat dari negara untuk mengelola dan menentukan kehidupan yang layak di atas tanah dan hutan adat masyarakat itu sendiri.

“Dalam hal ini, yang mencuri perhatian Kedutaan Besar Prancis untuk mengunjungi dan meninjau Ketemenggungan Tae ini adalah karena Kabupaten Sanggau sebagai penerima hak milik hutan adat di Indonesia yang merupakan salah satu hutan adat terluas di Indonesia. Tugas kita selanjutnya bagaimana memperkuat, melestarikan, dan mengelola hutan adat, budaya lokal, sesuai kearifan lokal, ”tuturnya.

Di acara yang bertema “Bersolidaritas selamatkan bumi dan kemanusiaan melalui Pemberdayaan Holistik untuk Masyarakat Adat Kabupaten Sanggau” ini, Direktur AFD Emmanuel Baudran menyampaikan, sejak AFD masuk ke Indonesia yang sekarang sudah 10 tahun, AFD kerap membantu masyarakat dalam pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur.

Baca: Desa Tae Wakili Sanggau Lomba P2WKSS

Baca: Paoulus Hadi Sebut Desa Tae Dan Dusun Segumon Terima Sertifikat Hutan Adat Dari Presiden RI

Ia menerangkan bahwa ciri khas AFD selalu melibatkan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dalam menjalankan program kerjanya.

Emmanuel Baudran menambahkan, bahwa maksud tujuan rombongan kedutaan Prancis untuk Indonesia datang ke Desa Tae adalah untuk berdiskusi langsung dengan Masyarakat Adat Tae, tentang bagaimana kondisi setelah mendapat pengkuan dari Pemerintah pusat.
“Bagaimana kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk melestarikan adat dan budaya, ”jelasnya.

Sementara itu, Direktur Insitut Dayakologi Krissusandi Gunui menyampaikan, selama tiga tahun terakhir telah berhasil menjadikan Ketemenggungan Tae Kecamatan Balai dan Kampung Segumon Kecamatan Sekayam sebagai percontohan atau model pemberdayaan holistic yang dimana didalamnya memperkuat lembaga dan hukum adat, yang diantaranya menghasilkan hukum adat baru tentang pelarangan penjualan tanah-tanah adat ke pihak luar, dan memastikan pengelolaan wilayah adat sesuai kearifan lokal yg dikontrol oleh lembaga dan hukum adat setempat.

Baca: Terminal Barang Internasional Entikong Diresmikan, Wakil Bupati Yohanes Ontot Ungkap Kegembiraan

Pada kesempatan itu juga, Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot menyerahkan hasil Musyawarah Adat Besar Tiong Kandang yang dipusatkan di Ketemenggungan Tae pada awal Maret 2019 lalu kepada Duta Besar Perancis tentang kesepakatan Masyarakat Adat dalam melestarikan, dan mengelola hutan adat, budaya lokal.

“Sesuai kearifan lokal untuk menindaklanjuti pengakuan hak-hak atas keberadaan Masyarakat Adat, tanah dan hutan adat dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat adat Desa Tae, ”pungkasnya. (hen)

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved