Kalimantan Rentan Terdampak Situasi Ekonomi Dunia, Perlu Punya Kawasan Industri Sendiri

Secara umum, Sugeng memaparkan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,07 persen

Kalimantan Rentan Terdampak Situasi Ekonomi Dunia, Perlu Punya Kawasan Industri Sendiri - deputi-gubernur-bi-serahkan-buku-laporan-perekonomian-indonesia-2018.jpg
TRIBUNPONTIANAK/AHMAD SUROSO
Deputi Gubernur BI serahkan buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 kepada perwakilan pimpinan daerah dan media massa usai berikan keynotes speech di kantor BI Kalsel, Banjarmasin, Jumat (3/5/2019).
Kalimantan Rentan Terdampak Situasi Ekonomi Dunia, Perlu Punya Kawasan Industri Sendiri - deputi-gubernur-bank-indonesia-dr-sugeng.jpg
TRIBUNPONTIANAK/AHMAD SUROSO
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dr Sugeng, saat Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di kantor BI Kalsel, Banjarmasin Jumat (3/5/2019)

Kalimantan Rentan Terdampak Situasi Ekonomi Dunia, Perlu Punya Kawasan Industri Sendiri

BANJARMASIN - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dr Sugeng mengungkapkan pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia.   Hampir semua negara sekarang ekonominya turun.  Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, Cina semua turun. 

"Dan perekononian kita terpengaruh, karena ekspor kita banyak ke Cina dan Amerika," ujar  Sugeng saat Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di kantor BI Kalsel, Banjarmasin Jumat (3/5/2019).

Ia mengatakan, Kalimantan termasuk yang terkena dampaknya. Agar Kalimantan bisa bangkit, Kalimantan harus punya kawasan industri sendiri.

"Harus ada hilirisasi industri. Hilirisasi industri ini bisa menekan ketergantungan Indonesia terhadap produk impor," katanya. Dengan adanya hilirisasi, maka pembukaan lapangan kerja makin meluas seiring optimalisasi produk turunan hasil komoditas.

Baca: Bupati Nilai Layanan Angkutan Darat dan Sungai Beri Kontribusi Perkembangan Ekonomi Daerah

Baca: Diprediksi Meningkat, Berikut Prospek Ekonomi Kalimantan

Bank Indonesia menurut Sugeng optimis fundamental perekonomian Indonesia akan kian membaik. Kepada pemerintah daerah di  Kalimantan Sugeng mengimbau untuk serius mencari sumber-sumber ekonomi baru, seperti optimalisasi pariwisata dan UMKM. Sebab,  sektor pariwisata paling cepat mendatangkan devisa. 

"Provinsi di Kalimantan khususnya Kalsel hendaknya melepaskan ketergantungan pada produk komoditas, seperti batu bara dan Crude Palm Oil (CPO). Sebab, dua komoditas ekspor ini rentan terhadap perubahan harga dunia," katanya.

Indonesia akan bisa menguatkan industri manufaktur berbasis produk ekspor.  Ekspor bisa dikembangkan ketika perekonomian global membaik.

"Industri butuh input, jadi bisa dipasok dari domestik, sehingga ketergantungan konten impor bisa berkurang. Ini jadi lebih baik," ujar Sugeng.

Secara umum, Sugeng memaparkan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,07 persen dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 2013 silam.

Baca: Perekonomian Kalbar Triwulan III 2018 dibawah Nasional, Alexander Rombonang;Perlu Kerja Keras

Baca: Gubernur Sutarmidji Harap Kubu Raya Jadi Penyangga Utama Perekonomian Kalbar

Halaman
12
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved