Siswi SMP di Tayan Hulu Diperkosa dan Dibunuh Ayah Tirinya Sendiri
RW menghabisi nyawa anak tirinya dengan cara menghantamkan batu ke kepala korban dan mencekiknya. Aksi biadap ini dilakukannya pada Sabtu (27/4/2019)
Siswi SMP di Tayan Hulu Diperkosa dan Dibunuh Ayah Tiri, Ditimpuk Batu Lalu Dikubur Pelaku, Ditemukan Sudah Membusuk Oleh Warga yang Hendak ke Ladang
SANGGAU - RW (40), begitu tega merudapaksa kemudian menghabisi nyawa anak tirinya, AT (16), seorang siswi SMP di Tayan Hulu.
RW menghabisi nyawa anak tirinya dengan cara menghantamkan batu ke kepala korban dan mencekiknya. Aksi biadap ini dilakukannya pada Sabtu (27/4/2019) siang usai menjemput korban di sekolah.
Usai menghabisi anak tirinya, RW mengubur tubuh korban tak jauh dari sekolah.
Perbuatan RW ini akhirnya berhasil dibongkar jajaran Polres Sanggau.
Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Haryanto, Tim Dokter Forensik Polda Kalbar, dr Monang Siahaan menggelar press release terkait pengungkapan kasus pembunuhan di Polres Sanggau, Rabu (1/5/2019).
Baca: Siswi SMP Sanggau Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri
Baca: LSM Citra Hanura Sanggau Harap Hukuman Maksimal Terhadap Pelaku Pembunuhan
AKBP Imam Riyadi menjelaskan pada Selasa (30/4/2019), satu di antara warga Kecamatan Tayan Hulu, inisial JR pergi ke ladang mencium bau busuk yang menyengat.
“Setelah dicari ternyata di situ melihat kaki manusia yang sudah tertimbun tanah. Kemudian saksi menginformasikan kejadian itu ke Polsek Tayan Hulu,” kata Kapolres Sanggau.
Kemudian, tim dari Polres Sanggau dan Polsek mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengindentifikasi dan mengumpulkan barang bukti dan informasi yang ada.
“Sehingga di TKP juga kita amankan beberapa barang bukti, berupa kayu, batu dan juga seragam korban. Setelah diidentifikasi dan mencari keterangan, mayat yang sudah tertimbun inisial AT yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah,” ujarnya.
Setelah itu, jenazah dibawa ke Puskesmas Tayan Hulu. Setelah melakukan upaya mengevakuasi korban, langsung melakukan komunikasi kepada Bidang Dokes Polda Kalbar.
“Untuk penangganan jenazah korban dilakukan autopsi. Hari ini sudah ada tim dokter forensik Polda Kalbar yang telah melaksanakan autopsi terhadap AT,” tegasnya.
Kapolres menegaskan, pihaknya secara maraton melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk juga dilakukan pengumpulan keterangan dari pihak sekolah, lantaran saat itu korban masih menggunakan seragam pramuka.
“Kita periksa saksi-saksi termasuk juga teman dekat, kerabat, ibu kandung korban, wali kelas korban dan dugaan tersangka RW (ayah tiri korban, Red). Diperoleh juga keterangan para saksi yang mengarah kepada RW. Dan yang bersangkutan mengakui bahwa pelaku pembunuhan adalah RW,” jelasnya.
Sebelum menghabisi korban, RW sempat menyetubuhi korban di TKP.