Kemenperin Bawa IKM Kalimantan Barat Go Digital Melalui E-Smart IKM

Langkah strategis ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Kemenperin Bawa IKM Kalimantan Barat Go Digital Melalui E-Smart IKM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MIA MONICA
Foto bersama saat acara e-Smart IKM 2019 di Golden Tulip Pontianak, Kamis (2/5/2019) 

Kemenperin Bawa IKM Kalimantan Barat Go Digital Melalui E-Smart IKM

PONTIANAK - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka terus gencar mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar segera memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu berdaya saing global.

Langkah strategis ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Ini adalah langkah nyata Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) untuk mempersiapkan industri kecil dan menengah (IKM) menuju revolusi industri 4.0” jelas Dirjen IKMA Gati Wibawaningsih di sela pembukaan acara e-Smart IKM “IKM Go-Digital” di Pontianak, Senin (29/4/2019).

Kementerian Perindustrian menyelenggarakan acara e-Smart IKM 2019 dengan tema “IKM Go Digital” pada tanggal 2 Mei 2019 di Kota Pontianak. 

Baca: Ria Norsan Nilai Industri Hilirisasi di Kalbar Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Baca: Kubu Raya Punya 428 Koperasi Aktif dan 3.926 UMKM, Pemkab Dorong Digitalisasi

Acara yang dihadiri 250 IKM dari Kota Pontianak, Mempawah, Bengkayang, Kubu Raya, dan Singkawang ini berkolaborasi dengan platform digital dan Lembaga pembiayaan ini dikemas dalam konsep pameran,talkshow, dan workshop.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam Making Indonesia 4.0 adalah Industri Kecil dan Menengah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi, melalui program ini, kami harap akan menjadi penghubung bagi IKM untuk belajar bagaimana menggunakan platform digital untuk meningkatkan daya saingnya,” ujar Gati.

Gati menjelaskan, transformasi digital dari proses jual beli konvensional menjadi jual beli online semakin marak di Indonesia, tidak hanya untuk produk berupa barang bahkan jasa, menjadikan industri e-commerce memiliki tantangan besar tetapi menjanjikan potensi yang tidak kecil.

“Kami berharap e-commerce akan menjadi gerbang bagi pelaku IKM untuk melakukan transformasi digital dengan menggunakan alat promosi digital, sistem informasi digital, pembayaran digital, serta manajemen relasi dengan pelanggan secara digital pula,” tuturnya.

Baca: Mahmudah Minta Masyarakat dan Dunia Usaha Aktif Awasi Kebijakan Pembangunan Pemerintah 

Baca: Bupati Landak Ingatkan Dunia Usaha Hargai Para Buruh

Kemenperin mencatat, hingga akhir tahun 2018, Workshop e-Smart IKM telah diikuti sebanyak 5.945 pelaku usaha dengan total omzet sebesar Rp 2,3 miliar. 

Halaman
12
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved