Pegelaran Pengantin Melayu Tempo Dulu dan Masa Kini Meriahkan Hari Jadi Kota Sintang ke-657

Syamsul Hadi mengatakan bahwa dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan beberapa prosesi adat

TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Sintang ke-657 Tahun 2019, MABM Kabupaten Sintang menyelenggarakan Pagelaran Pengantin Melayu Tempo Dulu dan Masa Kini di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Rabu (1/5/2019) pagi 

Pegelaran Pengantin Melayu Tempo Dulu dan Masa Kini Meriahkan Hari Jadi Kota Sintang ke-657

SINTANG - Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Sintang ke-657 Tahun 2019, MABM Kabupaten Sintang menyelenggarakan Pagelaran Pengantin Melayu Tempo Dulu dan Masa Kini di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Rabu (1/5/2019) pagi.

Ketua Panitia Kegiatan, Syamsul Hadi mengatakan bahwa dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan beberapa prosesi adat. Terutama yang menggambarkan pagelaran pengantin Melayu tempo dulu yang sangat sakral.

"Dalam rangkaian kegiatannya, pertama ada arak-arakan pengantin, kemudian dilanjutkan prosesi pernikahan, kemudian makan saprahan dan yang terakhir mandi-mandi disambut dengan tari jepin massal," jelas Syamsul Hadi.

Menurutnya dilaksanakannya kegiatan ini juga untuk memperkenalkan kembali kepada generasi sekarang yang banyak tidak tahu mengenai bagaimana pengantin Melayu tradisional, khususnya yang ada di Kabupaten Sintang.

Baca: Tausiyah Ustadz H Alfan Hadi di Tabligh Ramadan IKADI Sambas

Baca: TERPOPULER - Tottenham Vs Ajax , Puteri Muslimah Indonesia 2019, hingga Viral Tarian Dianggap LGBT

Baca: Bupati Sintang Berikan Wejangan pada ASN yang Akan Memasuki Purna Tugas

"Kita mengingat masa lalu, pengantin Melayu Sintang begitulah caranya. Sangat sederhana tetapi unsur sakralnya yang lebih ditonjolkan. Kelau pengantin sekarang mungkin orang hanya menyaksikan acara nikahan saja," katanya.

Jika pengantin Melayu tempo dulu, menurutnya di acara penutup memang wajib ada prosesi ritual mandi-mandi. Namun sekarang, keluarga kedua mempelai cukup jarang melaksanakan lagi ritual mandi-mandi tersebut.

Pada kegiatan tersebut, ada juga dilaksanakan kegiatan makan saprahan dan tari jepin massal. Keduanya juga menjadi bagian dari adat budaya Melayu yang biasa disaksikan pada acara pengantin Melayu tempo dulu.

"Tadi juga ada makan saprahan bersama yang dihadiri oleh seluruh element masyarakat.
Kemudian dilanjutkan penampilan tari jepin massal yang diinisiasi oleh perempuan Melayu dan organisasi wanita lainnya," jelasnya.

Syamsul Hadi berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini dapat mempertahankan budaya leluhur terdahulu. Sebab memang dengan perkembangan zaman, budaya leluhur harus tetap eksis dan harus dijaga.

"Saya berharap ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat Sintang pada umumnya dan masyarakat melayu khususnya untuk menggali potensi budaya melayu serta mempertahankan budaya leluhur terdahulu," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved