Pisah Sambut Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Thamrin Kembali Jadi Dosen MIPA

Acara ini juga dihadiri Ketua IKA Untan sekaligus Gubernur Kalbar, H Sutarmidji SH Mhum, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Wakil Rektor

Pisah Sambut Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Thamrin Kembali Jadi Dosen MIPA
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat acara pisah sambut Rektor Untan Prof Thamrin Usman, DEA dan Prof Garuda Wiko, di Gedung Konferensi 5, lantai 2 Universitas Tanjungpura, rabu malam (25/4/2019). 

Laporan Wartwan Tribun, Anggita

TRIBUNPONTIANAK.ID, TRIBUN - Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar acara pisah sambut Rektor Untan yang baru Prof Dr Garuda Wiko SH Msi dengan Rektor Untan Periode 2011-2019 Prof Dr Thamrin Usman DEA di Ruang Konferensi 5 Lantai dua Gedung Konferensi Untan, Rabu (24/4/2019) malam.

Acara ini juga dihadiri Ketua IKA Untan sekaligus Gubernur Kalbar, H Sutarmidji SH Mhum, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Wakil Rektor, dan Civitas Akademika Untan.

Dalam paparanya, Prof Dr Thamrin Usman DEA mengaku bersyukur pemilihan Rektor Untan dalam prosesnya tidak ada satu pun kendala, tidak ada satupun riak-riak yang menyebabkan salah paham antar sesama.

“Seandainya kita berbelah dan saling ngotot saya yakin proses pemilihan rektor kita terkendala. Saya sangat bersyukur di akhir masa jabatan saya, alhamdulillah atas kerjasama kita semua suksesi pemilihan rektor untan mulus dan lancar,” katanya yang malam itu didampingi istri.

Baca: Naik Dango Wujud Rasa Syukur Kepada Pencipta

Baca: Anggarkan Hibah Bidang Keagamaan Rp 22 Miliar, Bupati Warning Penerima

Selain itu Prof Thamrin Usman DEA memengatakan bersama civitas lainnya telah meletakkan tapak-tapak kemajuan Untan hingga memudahkan kedepannya untuk Untan berkembang lebih pesat lagi. Ia mengimbau agar seluruh civitas akademi Untan bersama melangkah dan menyamakan arah langkah kepada pimpinan yang baru.

Karena Untan bukan milik satu orang saja, kata dia. Tapi milik masyarakat yang ada di Kalbar serta bangsa Indonesia dan harus dijaga dan didukung terus sehingga maju pesat.

Selesai tugasnya menjadi Rektor Untan ia katakan tentu saja akan kembali hakikatnya sebagi guru besar. “Allah yang tentukan nasib kita. Intinya rektor itu adalah jabatan tambahan, dan saya pun pensiun umur 70 karena guru besar," ujarnya.

Jadi ia akan kembali ke profesinya sebagai dosen Untan. "Saya pasti kembali ke Untan karena saya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Untan jadi harus kembali ke Untan yaitu ke Fakultas MIPA ," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved