Soal Uji Emisi Kendaraan Roda Empat di Kota Pontianak, Ini Dia Penjelasan Dosen Polnep

Berikut penuturan Topan Prihantoro selaku Dosen Teknik Mesin Polnep Pontianak, terkait kepentingan uji emisi mesin kendaraan tersebut.

Soal Uji Emisi Kendaraan Roda Empat di Kota Pontianak, Ini Dia Penjelasan Dosen Polnep
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Uji emisi kendaraan bermotor di Jalan Rahadi Usman (depan Alun-alun Kapuas) Pontianak, Selasa (23/4/2019) pagi. Uji emisi merupakan bagian dari program Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) untuk mengetahui kualitas udara atau gas buang kendaraan. Bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi dinyatakan tidak layak jalan. Emisi gas buang kendaraan yang melebihi ambang batas yang ditentukan akan membahayakan kesehatan dan merusak lingkungan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak (DLH) melakukan evaluasi kualitas udara di perkotaan dengan melakukan tes uji emisi gas buang bagi kendaraan roda empat. Ada 1.800 kendaraan roda empat yang ditaregetkan kena uji emisi selama tiga hari kegiatan, 23-25 April 2019.

Berikut penuturan Topan Prihantoro selaku Dosen Teknik Mesin Polnep Pontianak, terkait kepentingan uji emisi mesin kendaraan tersebut. Berikut penuturannya;

Kita lihat dari kegiatan ini untuk mengetahui kondisi kualitas udara di Kota Pontianak. Ini sangat penting , karena ini bagian dari penilaian Adipura. Sehingga Pemkot Pontianak harus memastikan kualitas udara dan menekan emisi gas buang kendaraan.

Kemudian sisi lainnya, semua kendaraan diharapkan berpartisifasi dalam uji coba emisi ini.
Khususnya pemilik kendaraan harus menjaga kondisi mesin kendaraannya, kalau mesinnya baik dan pemakaian bahan bakar yang sesuai spesifikasi yang disarankan oleh pihak produk kendaraan tentu akan menjaga kualitas dari mesin kendaraan itu sendiri.

Pemakaian bahan bakar yang baik an perawatan baik maka emisi yang dihasilkan tidak akan buruk atau nasih dibawah ambang batas yang telah ditentukan.
Selama ini memang sebagian besar kualitas udara kita di Pontianak sangat besar dipengaruhi diluar emisi gas kendaraan, karena kita lihat saat tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan kualitas udara berada di posisi baik dan sedang.

Namun saat terjadi Karhutla dan asam melanda maka kualitas udara bisa sampai berbahaya untuk kesehatan. Ini menunjukan besar sekali pengaruh dari Karhutla terhadap kualitas udara uang ada.

Kemudian saya melihat dengan kepadatan lalulintas kita saat ini relatif masih baik, karena tingkat kemacetan tidak terlalu dan hanya terjadi pada waktu tertentu.

Untuk perawatan mesin agar emisi gas buang tetap bagus, harus dilakukan perawatan berkala. Produk yang telah dikeluarkan produsen susah memberikan spesifikasi baik ringan, berkala maupun berat dengan jarak tempuh berapa kilo.

Khususnya proses pembakaran harus sempurna, untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna maoa kompres harus bagus, busi harus bagus, kemudian pengaruh dari pelumas dan bahan bakar yang digunakan.

Jadwal Uji Emisi
* Berlangsung tiga hari, 23-25 April 2019.

1. Selasa (23/4)
* Depan Kantor Wali Kota Pontianak.
2. Rabu (24/4)
* Halaman Sekolah Terpadu Pontianak Timur, Jalan Tanjung Raya II.
3. Kamis (25/4)
* Halaman Auditorium Untan, Jalan Ahmad Yani Pontianak.

Pantauan Kualitas Udara
Lokasi Tepi Jalan, 23-25 April.
1. Selasa (23/4)
Jalan Ahmad Yani, Depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar dan Hotel Ibis.
2. Rabu (24/4)
Jalan Sutoyo, Depan Kantor BPBD Kota Pontianak.
3. Kamis (25/4)
Jalan Sutan Syahrir, Depan Kantor Kementerian Agama Kalbar dan Taman Akcaya Pontianak.

Hal Penting Uji Emisi
* Dari cek emisi gas buang kita bisa mengetahui bahan bakar boros atau tidak, kompresi mesin bagus atau tidak, dan pengapian mobil bagus atau tidak.
* Alat uji gas buang ini berfungsi mengukur dan menganalisa kadar atau kandungan CO (Karbon Monoksida), HC (Hidrokarbon), CO2 (Karbon Dioksida), O2 (Oksigen), dan NO (Nitrogen Oksida).

* Perlu diingat mesin mobil harus dalam keadaan panas alias dalam temperatur kerja saat akan melakukan pengujian emisi. (AC, radio, lampu, dll mati).
* Data diambil atau dicetak setelah alat uji gas buang menampilkan angka kandungan CO, HC, CO2, dan Lambda yang paling stabil.
* Kalau CO tinggi, bisa berarti pembakaran kurang sempurna akibat kurangnya udara dalam campuran dengan bahan bakar.
* Sementara HC itu menunjukkan bahan bakar yang tidak terbakar. HC nilai ambang batasnya 2%, sama seperti CO, angka HC bila semakin kecil maka semakin baik.
* Data lain yang tercantum dalam laporan alat uji emisi adalah kandungan O2.
* Data terakhir yang muncul di hasil uji emisi adalah lambda.
Sumber: DLH Kota Pontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved