Pemkot Wacanakan Berikan Tunjangan Berdasarkan Kinerja, Ini Harapan Herman Hofi

Setiap ASN dalam birokrasi merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah.

Pemkot Wacanakan Berikan Tunjangan Berdasarkan Kinerja, Ini Harapan Herman Hofi
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Herman Hofi Munawar 

Pemkot Wacanakan Berikan Tunjangan Berdasarkan Kinerja, Ini Harapan Herman Hofi 

PONTIANAK - Perubahan pemberian tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Pontianak berdasarkan kinerja disambut baik oleh Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar.

Ia melihat ini adalah langkah bagus dengan diterapkannya pemberian tunjangan berdasarkan kinerja.

Setiap ASN dalam birokrasi merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. Maka lemahnya birokrasi, semua program pembangunan akan gagal.

"Saya pikir langkah-langkah yang dilakukan dengan adanya reward dan punishment adalah satu diantara yang dilakukan oleh Pemkot Pontianak. Tentu saja pemberian Tukin ini adalah suatu hal yang sangat positif dalam memotivasi kinerja ASN, sehingga pegawai diharapkan maksimal menjalankan tugas pokok dan fungsinya," ujar Herman Hofi saat diwawancarai, Kamis (18/4/2019).

Baca: Hasil Quick Count Litbang Kompas, Tujuh Partai Terancam Gagal Ke Senayan! Ada Hanura, PSI & Perindo

Baca: 74 Warga Binaan Gunakan Hak Suara, Berharap Presiden Terpilih Bisa Amanah

Baca: Hitung Cepat KPU 18 April Jam 15.45 WIB, Prabowo Unggul di 18 Provinsi! Jokowi 14 Plus Luar Negeri

Kemudian ia melihat tentu harus ada satu parameter konkret yang jelas, tidak boleh sampai terjadi standar penilaian yang nanti bersifat subyektif.

Subyektif yang dimaksudkan adalah, masing-masing orang dapat mengentrepetasikan makna dari sebuah prestasi kinerja itu.

"Sebab masing-masing pegawai sudah ada job descriptionnya, maka sebelum memberikan insentif berupa tunjangan kinerja maka harus ada kejelasan berkaitan dengan tupoksi dan job analisis masing-masing,"tegasnya

Sehingga ada variable yang mengukur terhadap kinerja setiap ASN tersebut. Jangan sampai penilaiannya subyektif, misalnya pegawai masuk jam 7 pagi, pulangnya jam setengah 4 sore, apakah itu sudah masuk bagus atau tidak, namun ia meminta harus ada penilaian kinerja apa yang dilakukannya antara masuk kerja dan pulang kerja.

"Maka perlu adanya instrumen penilaian yang mengacu pada tupoksi setiap ASN. Job desk harus jelas, kemudian apa yang harus dilakukan setiap harinya harus jelas sehingga semua terprogram dengan baik," sarannya.

Maka dari eselon II, III dan IV harus berjenjang sesuai kewenangan masing-masing melakukan kontrol kerja terhadap anak buah mereka masing-masing sehingga terkontrol dengan baik.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved