74 Warga Binaan Gunakan Hak Suara, Berharap Presiden Terpilih Bisa Amanah

"Selama berada di Rutan saya sudah dua kali mencoblos, dan sampai saat ini tidak ada kendala bagi kami disini menyuarakan hak pilih,"

74 Warga Binaan Gunakan Hak Suara, Berharap Presiden Terpilih Bisa Amanah
TRIBUNPONTIANAK/Ya'M Nurul Anshory
Proses pemungutan suara di TPS 16 Rutan Kelas II B Mempawah, Rabu (18/4/2019). 

74 Warga Binaan Gunakan Hak Suara, Berharap Presiden Terpilih Bisa Amanah

MEMPAWAH - Satu diantara 402 orang warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Mempawah, Eko Supriyatna (43), telah mejalankan kewajibannya sebagai warga negara dengan meyuarakan hak pilihnya 17 April kemarin.

Eko yang sudah dua kali mencoblos presiden didalam Rutan mempunyai harapan yang tidak muluk-muluk. Kendati sedang dibina di dalam Rutan ia menginginkan pemimpin yang amanah dan mampu memajukan negara.

"Harapan kami dari hasil pemilu ini, siapapun yang terpilih nantinya bisa menjalankan amanah rakyat dan bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi," ujarnya, Kamis (18/4/2019).

Baca: Hasil Quick Count Litbang Kompas, Tujuh Partai Terancam Gagal Ke Senayan! Ada Hanura, PSI & Perindo

Baca: Hasil Hitung Cepat Pemilihan Partai Legislatif Litbang Kompas! PDIP Ungguli Gerindra, Golkar & PKB

Baca: Staf Pegawai di Pemkot Pontianak Bisa Memperolah Tunjangan Kinerja Rp 9 Juta Perbulan

Eko bersyukur dalam proses pemungutan suara di Rutan Kelas II B Mempawah berjalan dengan tertib dan aman.

"Selama berada di Rutan saya sudah dua kali mencoblos, dan sampai saat ini tidak ada kendala bagi kami disini dalam menyuarakan hak pilih," katanya.

Terpisah, Kepala Rutan Kelas II B Mempawah, HM Hidayah, menjelaskan di Rutan sendiri merupakan TPS 16, dengan jumlah DPT 73 orang, dan DPK 1 orang, jadi total ada 74 warga binaan yang mencoblos.

"Untuk total penghuni Rutan ada 402 orang, dimana yang terdaftar di DPT hanya 74 orang dan mereka semua memilih lima jenis surat suara," paparnya.

Hidayah mengatakan pihaknya sangat mendukung proses demokrasi, oleh sebab itu pihaknya sudah melakukan antisipasi guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.

"Kami menggandeng dengan memohon bantuan tambahan pengamanan dari Polres Mempawah," ucapnya.

Untuk di Rutan sendiri jalannya pemungutan suara aman dan tertib, hanya ada satu penambahan DPK saja kata dia, sisanya tidak ada kendala.

Bupati Mempawah, Hj Erlina pada saat hari pemungutan suara juga sempat meninjau situasi di Rutan bersama dengan unsur Forlopimda, TNI dan Polri demi menjamin kemananan dan kelancaran pemilu.

"Personel yang terlibat dalam proses pemungutan suara sebanyak 9 orang yang berperan sebagai petugas KPPS dan proses pemungutan suara selesai sekitar pukul 11.00 WIB," pungkasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved