Suriansyah Nilai Keakuratan Hasil Quick Count Unggulkan Jokowi Tak Bisa Dipegang

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kakbar ini pun menyesalkan adanya surat suara rusak dan tercoblos 01.

Suriansyah Nilai Keakuratan Hasil Quick Count Unggulkan Jokowi Tak Bisa Dipegang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, H Suriansyah saat diwawancarai Tribun Pontianak di Gedung DPRD Kalbar, Jalan Ahmad Yani 1 Pontianak, Rabu (31/10/2018) sore. 

Suriansyah Nilai Keakuratan Hasil Quick Count Unggulkan Jokowi Tak Bisa Dipegang

PONTIANAK - Ketua Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandi di Kalbar, Suriansyah mengungkapkan jika hasil quick count yang mengunggulkan Jokowi-Amin belum bisa dipegang keakuratannya.

"Quick countkan hanya suatu metode untuk menghitung sementara, tingkat keakuratannya belum bisa kita pegang, jadi Gerindra juga punya hasil quick count yang berbeda dengan yang sudah dirilis di TVOne, jadi kami tetap menunggu hasil real count. Kami juga menunggu real count terhadap perhitungan ini," katanya, Rabu (17/04/2019).

Ia pun menerangkan jika masih menunggu laporan terkait C1 dengan jajaran dibawah.

Baca: Prabowo Sandi Unggul di TPS 35, Lapas Perempuan Pontianak

Baca: Klaim Menang Pilpres 2019, Prabowo: Exit Poll Raih 55,4 Persen dan Hitung Cepat Internal 52 %

"Masih diproses semua belum lengkap, ada yang sudah diterima tapi masih belum lengkap. Kami masih unggul di data kami, unggul di 52 persen, untuk di Kalbar," paparnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kalbar ini pun menyesalkan adanya surat suara rusak dan tercoblos 01.

"Justru itu, itu yang kami sesalkan karena kami tentu sangat dirugikan karena yang dicoblos lebih dulu nomor yang 01, tentu ini ada kerjasama antara penyelenggara pemilu dan pihak pemerintah kalau begini, tidak mungkin terjadi dengan sendirinya," tuturnya.

Baca: Promo Pemilu 2019, Honda Berikan Jaket Gratis Tag Foto Selfie Kesini!

Walaupun begitu, Suriansyah pun mengatakan jika pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait potensi adanya kecurangan.

"Kita masih menunggu, yang jelas kami masih mengumpulkan data bukti untuk melengkapinya, kami juga punya tim advokasi," tukasnya. (dho)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved