Pemilu 2019

Promosikan Budaya, Petugas KPPS 085 Kenakan Pakaian Telo Belanga

Hari pemungutan suara pada Pemilu 2019 telah tiba, tepat hari ini Rabu (17/4/2019) seluruh warga Indonesia menyalurkan hak pilihnya

Promosikan Budaya, Petugas KPPS 085 Kenakan Pakaian Telo Belanga
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Petugas kpps 085 yang menegakan pakaian adat telo belanga saat bertugas di pemungutan suara. 

Promosikan Budaya, Petugas KPPS 085 Kenakan Pakaian Telo Belanga

PONTIANAK - Hari pemungutan suara pada Pemilu 2019 telah tiba, tepat hari ini Rabu (17/4/2019) seluruh warga Indonesia menyalurkan hak pilihnya untuk menentukan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota Legislatif untuk memimpin Indonesia 5 tahun kedepan.

Masyarakat pun terlihat antusias mendatangi tiap TPS untuk menyalurkan hak suaranya, dan pada pelakaanaan pemungutan suara di salah satu TPS di kota Pontianak ini sedikit memiliki nuansa yang berbeda.

Tepatnya di TPS 085, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Petugas KPPS yang bertugas tampak mengenakan pakaian adat Melayu yakni Telo Belanga berwarna - warni, lengkap dengan Tanjak.

Ada yang mengenakan telo belanga berwarna hijau, Ungu, Biru, Hijau, dan sebegainya.

Ketua kPPS Lukman Hakim mengatakan bahwa hal ini di lakukannya sebagai langkah untuk melestarikan dan mengangkat budaya masyarakat Melayu Kota Pontianak.

Baca: Jokowi atau Prabowo yang Menang? Simak Quick Count Pilpres, Hitung Cepat Pilpres Real Time Di Sini

Baca: Hasil Quick Count Hitung Cepat Pilpres 2019 Diketahui Jam 15.00 WIB, Pemenang Jokowi atau Prabowo?

"Pertama, kita inikan berada di kota Pontianak, ya salah satu baju adat Pontianak ini adalah telo belanga, jadi kita ini sekalian promosi budaya, kita punya budaya yang harus kita banggakan maka kita sepakat untuk mengenakan baju telo belanga,"terangnya.

Ia mengatakan, baju yang di kenakan petugas di TPS yang memiliki jumlah DPT sebanyak 296 orang ini merupakan pakaian pribadi dari tiap petugas, bukan di siapkan.

Dirinya hanya mengimbau dan para anggota lantas mencari dan mengenakan pakaian adat telo belanga.

"Rata - rata punya sendiri, Ini masing - masing, bukan di siapkan, ini pribadi,"ujarnya.

Ia mengatakan bahwa untuk penggunaan pakaian adat Melayu ini sendiri baru kali ini di lakukan, sedangkan pada pemilu sebelum - sebelumnya hanya menggunakan pakaian batik ataupun kemeja bebas rapi.

Lukman juga menerangkan, untuk secara umum, pelaksanaan Pemungutan suara di TPS yang ia pimpin relatif lancar, walaupun di awal pelaksanaan pemungutan sempat terjadi kendala, yakni SK KPP yang terlambat datang, yang membuat jalannya pemungutan suara molor 20 menit yakni di mulai pada pukul 07.20 WIB

"Sejauh ini lancar, hanya tadi pagi pembukaannya kita belum menerima SK, sebagai KPPS, Bawaslu bilang, selama belum pegang SK nya belum bisa mulai, ya kita harus molor, karena belum memegang SK itu, ya molornya 20 menit,"ungkapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved