Prof Edi Suratman Sarankan Pasar Tradisional Harus Kompetitif dengan Pasar Modern

tampilan pasar tradisional itu harus dirubah sedemikian rupa. Sehingga orang datang disana, tidak ada hambatan psikologis, tanpa adanya kekhawatiran

Prof Edi Suratman Sarankan Pasar Tradisional Harus Kompetitif dengan Pasar Modern
ISTIMEWA
Edi Suratman 

Prof Eddy Suratman Sarankan Pasar Tradisional Harus Kompetitif dengan Pasar Modern

PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura, Prof Eddy Suratman setuju apa yang akan dilakukan oleh Pemkot Pontianak terkait wacana menata pasar rakyat yang ada.

Ia kira perlu memang menata pasar-pasar rakyat yang ada saat ini. Disampaikan Eddy Suratman bahwa ciri sebuah perkotaan itu memang harusnya pasar-pasar tradisional bisa kompetitif dengan pasar modern yang ada.

Jadi tampilan pasar tradisional itu harus dirubah sedemikian rupa. Sehingga orang datang disana, tidak ada hambatan psikologis, tanpa adanya kekhawatiran becek, kotor, bau tidak sedap dan tanpa kekhawatiran kekumuhannya.

"Saya kira kota-kota besar yang ada, seperti saya pergi di Belanda, Perancis memang pasar tradisionalnya menarik,"ucapnya saat diwawancarai, Rabu (17/4/2019).

Baca: Jelang Ramadan, Pemkot Pontianak Pastikan Ketersedian Sembako dan Pangan

Baca: Pemkot Pontianak Wacanakan Tata Ulang Pasar Tradisional, Beri Kenyamanan Pengunjung

Bahkan disana pasar tradisional menjadi tujuan wisata bagi orang luar yang datang kenegara itu untuk melihat kondisi ril masyarakat setempat.

Ia sendiri paling senang kepasar tradisional kalau lagi berjalan kenegara lain dan kondisinua sangat rapi sehingga membuat pengunjung merasa nyaman.

"Kota Pontianak harusnya menuju kearah seperti itu, saya sangat setuju rencana Wali Kota Pontianak untuk menata pasar tradisionalnya. Cuma, setelah ditata jangan sampai pedagang yang ada atau pedagang yang lama tidak tertampung," jelasnya.

Pemerintah harus memastikan pedagangnya sama, tapi polanya, cara mereka menjaga pasar harus dididik terus.

"Pasar rakyat inikan mendorong ekonomi kerakyatan. Ekononi kerakyatan ini sesuai namanya adalah rakyat kebanyakan yang ada disitu. Memang saya rasa rakyat kita kebanyakan ada dipasar tradisonal, walaupun tumbuh pasar-pasar modern saat ini seperti mal,"ucap Prof Eddy.

Baca: Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kalbar 2019-2023, Ini Kata Edi Suratman

Baca: Jadi Pembicara Talkshow Pemuda Kalbar Inspiratif, Edi Suratman: Pemuda Kalbar Jangan Putus Asa

Tapi yang berbelanja dimal tidak terlalu banyak dan bukan menggambarkan rakyat secara umum.

"Nah kalau pasar tradisional ini tidak dirubah, tetap seperti sekarang ini. Sementara pasar modern terus tumbuh, saya khawatir orang akan beralih kepasar modern dan meninggalkan pasar tradisional," katanya.

Maka semua pihak harus mendukung program penataan pasar ini, pedagangnya juga harus mendukung serta mau berubah.

Kalau ada yang berjualan dipasar itu, jaga kebersihannya, jaga keamanannya, jaga pembuangan airnya, jaga sampah dan dibuang ditempatnya, karena pasar tradisional juga merupakan masa depan para pedagang yang ada. (Syahroni)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved