Pemilu 2019

Lestarikan Budaya, Petugas TPS 08 Tebas Kuala Pakai Baju Adat

Jamhari mengatakan, pihaknya menyelenggarakan pemilihan umum dengan pakaian baju adat adalah untuk melestarikan budaya Sambas

Lestarikan Budaya, Petugas TPS 08 Tebas Kuala Pakai Baju Adat
TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Bupati Sambas saat berjalan menuju TPS 08 Tebas Kuala, Rabu (17/4/2019). 

Lestarikan Budaya, Petugas TPS 08 Tebas Kuala Pakai Baju Adat

SAMBAS - Ketua KPPS 08 Tebas Kuala, Jamhari mengatakan, pihaknya menyelenggarakan pemilihan umum dengan pakaian baju adat adalah untuk melestarikan budaya Sambas.

Selain itu, ia katakan juga untuk menarik perhatian masyarakat agar tertarik datang ke TPS.

"Ini untuk melestarikan adat dan budaya kita, karena sudah mulai terkikis. Selain itu juga untuk menarik perhatian masyarakat," ungkapnya, Rabu (17/4/2019) saat ditemui Tribunpontianak.co.id.

Baca: Beberapa Surat Suara DPRD Kabupaten Tertukar Dapil, Ini Penjelasan Bupati Jarot Winarno

Baca: Prabowo Sandi Unggul di TPS Wakil Wali Kota Singkawang Mencoblos

Baca: Gara-gara Pemilu, Nicholas Saputra Akhirnya Unggah Foto Selfie Pertama, Artis Lainnya Dibikin Heboh

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan pemungutan suara nyaris tidak ada kendala di lapangan.

Hanya saja partisipasi pemilih di TPS-nya bisa dikatakan banyak ya g tidak memilih. Dari DPT 259 orang pemilih, hanya 164 orang yang menyalurkan hak pilihnya.

"Kendala tidak ada, hanya saja pemilih disini mayoritas Tionghoa jadi banyak yang merantau, ada yang kuliah jadi tidak milih disini. Jadi ada banyak yang tidak memilih," jelasnya.

Namun demikian, ia katakan secara umum semuanya berjalan dengan lancar.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved