Pemilu 2019

Lembaga Survei Patuhi Putusan MK

Namun, MK menilai, aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia barat

Lembaga Survei Patuhi Putusan MK
TRIBUNNEWS
Mahkamah Konstitusi 

Lembaga Survei Patuhi Putusan MK

PONTIANAK - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan publikasi quick count (hitung cepat) pada hari pemungutan suara Rabu (17/4) baru bisa dilakukan pukul 15.00 WIB. Terkait hal tersebut Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari siap mematuhi putusan MK.

"Tidak setuju keputusan MK, tapi apa boleh buat harus diterima," ujar M Qodari.

Menurut M Qodari, Indo Barometer akan menyiarkan hasil hitung cepat Pilpres 2019, antara Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai pukul 15.00 WIB.

Hal senada juga disampaikan Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), mereka siap mematuhi dan melaksanakan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kita patuhi putusan MK itu, walaupun sangat disayangkan. Karena keterbukaan publik juga sangat diperlukan dalam Pilpres ini," ujar Direktur KedaiKOPI, Hendri Satrio.

KedaiKOPI termasuk 40 lembaga survei dan quick count yang telah terdaftar di KPU.

Menurut dia, seharusnya hitung cepat itu bisa dimulai sejak pukul 13.00 WIB. Sehingga masyarakat bisa memantau perhitungan suara.

Baca: VIDEO: Oktario Pratama Sebut 100 Puskesmas dan 14 Rumah Sakit Sudah Dibayar BPJS Singkawang

Baca: Promosikan Budaya, Petugas KPPS 085 Kenakan Pakaian Telo Belanga

Belum lagi, dia menjelaskan, data yang masuk dari Indonesia Timur sudah dimulai sejak pukul 11.00-12.00 WIB.

"Karena kalau pukul 15.00 WIB, berarti ada delay. Bayangkan di Indonesia timur pencoblosan sudah selesai pukul 11.00, di Indonesia Tengah selesai pukul 12.00 dan di bagian Barat, baru pukul 13.00," jelas Hendri Satrio.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved