Pemilu 2019

Hindari Kecurangan, Viryan Ajak Deklarasi Hasil Pemilu Secara Partisipatif di TPS Lewat Media Sosial

Komisioner KPU RI Viryan Aziz menuturkan KPU sendiri menyusun alur hitung dan rekap suara dalam pemilu 2019. Alur hitung di tingkat TPS

Hindari Kecurangan, Viryan Ajak Deklarasi Hasil Pemilu Secara Partisipatif di TPS Lewat Media Sosial
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Komisioner KPU RI, Viryan Aziz 

Hindari Kecurangan, Viryan Ajak Deklarasi Hasil Pemilu Secara Partisipatif di TPS Lewat Media Sosial

PONTIANAK - Komisioner KPU RI Viryan Aziz menuturkan KPU sendiri menyusun alur hitung dan rekap suara dalam pemilu 2019. Alur hitung di tingkat TPS berjalan tanggal 17-18 April 2019. Selanjutnya naik di tingkat kecamatan tanggal 18 April - 4 Mei 2019.

Tingkat kabupaten/kota berlangsung dari tanggal 22 April - 7 Mei 2019. Tingkat provinsi 22 April - 12 Mei 2019. Secara nasional alur hitung dan rekap suara berlansung tanggal 22 April hingga 22 Mei 2019.

"Jadi hasil pemilu 2019 paling lambat KPU tetapkan tanggal 22 Mei 2019," ujarnya.

Hingga tanggal penetapan hasil pemilu 2019, proses dilakukan secara berjenjang. Mulai dari tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan pusat.

Sementara itu kegiatan pemunguta dan penghitungan suara berlangsung di TPS dari tanggal 17 hingga 18 April 2019. Untuk tanggal 18 April itu berlangsung sampai pukul 12.00 siang.

Baca: Warga Putussibau Banyak Keluhkan, Sulitnya Cara Menyoblos

Baca: FOTO: Warga Binaan Salurhkan Hak Suaranya di TPS 35 Lembaga Pemasyarakatan

Baca: VIDEO: Oktario Pratama Sebut 100 Puskesmas dan 14 Rumah Sakit Sudah Dibayar BPJS Singkawang

"Penambahan waktu itu berdasarkan putusan MK Nomor 40 Tahun 2019, karena kompleksitas teknis pemilu di lapangan. Mahkamah melihat perlu diperpanjang waktu penghitungan suara. Perpanjangan dilakukan tanpa jeda, jadi tidak boleh berhenti," ujarnya.

Viryan menambahkan rapat pleno rekapitulasi itu nanti dilakukan secara terbuka. Rapat itu dihadiri para saksi dan pengawas pemilu. Bahkan bisa disaksikan masyarakat yang juga dapat mengakses hasil rekapitulasi.

Biasanya masyarakat nanti memfoto hasil rekapitulasi itu. PKPU Nomor 9 Tahun 2019 memungkinkan itu. Jadi katakan lah hasil pemilu di TPS bisa memfoto C1 Plano ukuran foto dan selesai, masyarakat punya hak untuk memfoto.

"Kami mengimbau untuk menjaga dugaan kecurangan. Silakan masing-masing pendukung hadir dan nonton bareng. Pastikan proses kegiatan di masing-masing TPS berjalan sesuai aturan dan tanpa manipulasi," ujarnya.

KPU juga bahkan mengajak melakukan deklarasi hasil pemilu secara partisipatif di akun media sosialnya masing-masing.

"Misalnya di TPS kami yang menang A atau B. Hal-hal semacam ini, dapat meminimalisir upaya adu domba yang berkembang di masyarakat," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved