Pemilu 2019

Bupati Kubu Raya Berharap Petugas Pemungutan Suara Sigap dan Cekatan

Muda Mahendrawan, berharap semua Petugas Pemungutan Suara (PPS) khususnya di Kabupaten Kubu Raya sigap dan cekatan

Bupati Kubu Raya Berharap Petugas Pemungutan Suara Sigap dan Cekatan
TRIBUNPONTIANAK/Bella
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan saat melakukan pencoblosan di TPS 28, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara 

Bupati Kubu Raya Berharap Petugas Pemungutan Suara Sigap dan Cekatan

PONTIANAK - Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan, berharap semua Petugas Pemungutan Suara (PPS) khususnya di Kabupaten Kubu Raya sigap dan cekatan dalam melaksanakan tugas.

“Tidak perlu berlama-lama, langsung dihitung cepat. Jadi itu harapan kita, jadi tidak usah ada yang menunggu terlalu lama untuk penghitungan,” ucap Muda usai menunaikan hak pilihnya.

Muda bersama sang istri mencoblos di TPS 28, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara.

Tak hanya cepat dalam melakukan penghitungan, Muda juga berharap agar segenap tokoh masyarakat cepat mendinginkan suasana usai pemilu.

Baca: Salurkan Hak Suaranya di Sintang, Ini Tanggapan Bupati Jarot Terkait Sosok Capres-Cawapres

Baca: Jokowi-Maruf Amin Unggul di TPS 01 Dusun Suruh Engkadok Sanggau

Baca: FOTO: Sutarmidji Beserta Istri dan Kedua Anaknya Berikan Hak Suara di TPS 009 Gang Waris

“Sementara penggerak atau tokoh-tokoh di masing-masing yang jadi magnet di masyarakat itu juga harus cepat. Makanya saya minta kepada camat, kepada porkopimda dan kepada muspita, sampai pada seluruh tokoh budaya dan agama, pasca pemilihan ini cepat melakukan langkah-langkah untuk mengajak masyarakat silaturahmi,” terangnya.

Silaturahmi yang ia maksud ialah semacam memberi himbauan sejuk kepada masyarakat.

“Karena memang situasi hangat-hangat panas itukan, apalagi jaman media sosial kan semua hanya dengan jari,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap yakin bahwa masyarakat Kubu Raya tetap bisa harmonis, dan usai pemilu semuanya akan berjalan seperti biasa lagi.

“Saya kira emosional sesaat, wajar, karena demokrasi baru proses belajar, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kemarin ada reaktif dan emosional, tapi saya kira untuk masyarakat kita yang modal sosialnya sudah baik, kolaborasi antar etnis, keberagaman antar budaya dan segala sesuatu itu saya kira perekatnya lah,” terangnya.

Keberagaman, dan kearifan sosial yang dimiliki oleh masyarakat Kubu Raya, membuat Muda yakin bahwa hal itu justru akan jadi perekat antar masyarakat.

“Saya kira masyarakat Kubu Raya punya kearifan lokal yang itu justru lebih kuat, lebih kokoh, perekat budayanya lebih kokoh daripada hanya sekedar pilihan politik,” pungkasnya.

Penulis: Bella
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved