Pemilu 2019

Terdapat 196 Pemilih Terdaftar di TPS Khusus Rumah Sakit Jiwa

Umar Faruq mengatakan, saat ini terdapat 196 pemilih yang ada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Kalimantan Barat, di Singkawang

Terdapat 196 Pemilih Terdaftar di TPS Khusus Rumah Sakit Jiwa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Komisioner KPU Kota Singkawang Umar Faruq, saat ditemui di kantornya, Jum'at (12/4/2019).   

Terdapat 196 Pemilih Terdaftar di TPS Khusus Rumah Sakit Jiwa

SINGKAWANG - Komisioner KPU Kota Singkawang Umar Faruq mengatakan, saat ini terdapat 196 pemilih yang ada di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Kalimantan Barat, di Singkawang.

Menurutnya, saat ini kesiapan untuk pemungutan suara di TPS yang ada di RSJ sudah siap untuk melaksanakan pemungutan suara besok.

"Kesiapan untuk pemilih di TPS yang berada di Rumah Sakit Jiwa ) RSJ) Provinsi Kalimantan Barat yang lokasinya itu ada di Singkawang Timur, untuk pemilihnya sendiri yang kategori Daftar Pemilih Tetap itu ada 7 orang. Sementara untuk pemilih pindahan 189 orang," ujarnya, Selasa (16/4/2019).

Baca: Bawaslu Imbau Tim Tak Gunakan Atribut Khusus dan Bentuk Dapur Umum

Baca: Ganggu Jalannya Pemilu, Bawaslu Mempawah Ancam Tindak Tegas Dengan Undang-undang Pidana Pemilu

Baca: AWAS SERANGAN FAJAR, Yuks! Kenali 5 Surat Suara, Syarat dan Jadwal Pemilu 2019

Dimana sudah terdapat KPPS yang sudah dibentuk dan berasal dari pegawai RSJ itu sendiri serta pendataan pemilih di RSJ.

"189 itu tidak hanya pasien tapi juga pegawai rumah sakit yang pada saat hari itu tidak bisa menggunakan hak pilihnya atau yang bersangkutan itu bertugas pada saat hari Pemilihan. Karena ada 13 petugas dari 189 itu yang menggunakan hak pilih di RSJ, dan dari 13 orang itu 7 orangnya adalah petugas KPPS yang bertugas di TPS," ungkapnya.

"Kalau digabungkan itu totalnya pemilih DPT sama DPTB pemilih totalnya di TPS RSJ itu ada 196.
Jadi untuk di RSJ ataupun di rutan /Lapas itu dibentuk TPS khusus," jelasnya.

Lebih lanjut ia katakan, di RSJ Sambas jumlah pasien atau orang dengan gangguan jiwa sebetulnya lebih banyak. Namun tidak semuanya bisa menyalurkan hak suara, lantaran tidak memenuhi ketentuan yang ada.

"Untuk mereka yang bisa menggunakan hak pilihnya tentu kita berdasarkan regulasi. Dimana pemilih orang dengan gangguan jiwa itu dapat menggunakan hak pilihnya mereka, namun bagi mereka yang memiliki kemampuan atau sudah menunjukkan mereka ada perbaikan atau hampir sembuh," jelasnya.

Sementara itu, untuk logistik pemilu ia katakan akan di sediakan oleh KPU Kabupaten Sambas. Karena banyak yang terdata adalah pemilih pindahan, ia katakan kalau logistik kurang bisa diambil dari TPS atau kelurahan terdekat.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved