Konsultasi Publik Susun Pergub Kelitbangan Kalbar

Dunia Kelitbangan di Kalimantan Barat terus menigkatkan progres dan geliatnya untuk melansir sejumlah hasil riset para peneliti.

Konsultasi Publik Susun Pergub Kelitbangan Kalbar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Konsultasi Publik terhadap rancangan Peraturan Gubernur tentang Kelitbangan," ujar Kepala Balitbang Provinsi Kalbar Agatho Adan pada pertemuan konsultasi publik, Selasa (16/4/2019) 

Konsultasi Publik susun Pergub Kelitbangan Kalbar

PONTIANAK - Dunia Kelitbangan di Kalimantan Barat terus menigkatkan progres dan geliatnya untuk melansir sejumlah hasil riset para peneliti. Hal itu ditandai dengan disusunnya Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Pedoman penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan di Provinsi Kalimantan Barat.

" Pada 10 april yang lalu kami telah melaksanakan Konsultasi Publik terhadap rancangan Peraturan Gubernur tentang Kelitbangan," ujar Kepala Balitbang Provinsi Kalbar Agatho Adan pada pertemuan konsultasi publik, Selasa (16/4/2019).

Baca: AWAS SERANGAN FAJAR, Yuks! Kenali 5 Surat Suara, Syarat dan Jadwal Pemilu 2019

Baca: Ramalan Mbah Mijan Tentang Pilpres 2019, Sebut Peringatan Hingga Ungkap Satu Nama Pemenang!

Baca: FAKTA Menarik Juventus Vs Ajax dan Head to Head Crsitiano Ronaldo Vs Dusan Tadic

Ia mengatakan didalam pertemuan tersebut, beberapa tokoh Kalbar hadir. Diantaranya Prof. Chairil Efendi yang juga merupakan anggota Majelis Pertimbangan Balitbang periode 2019-2021, yang diketuai oleh Gubernur. Selain itu, hadir Rektor Universitas Muhamadiyah Pontianak Helman Fachry, Rektor IKIP PGRI Pontianak Rustam, yang keduanya juga merupakan anggota Majelis Pertimbangan, serta Ketua Yayasan Widya Dharma Widjaja Tandra, Ketua LPPM STIE Widya Dharma Lianto, termasuk dari LSM yakni
direktur Institut Dayakologi Krisusandi.

Apresiasi yang tinggi di berikan Kaban Litbang ini atas dukungan semua pihak, seraya berharap peraturan gubernur yang sedang disusun ini akan membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan dunia kelitbangan di Kalimantan Barat.

" Dengan adanya Pergub Kelitbangan ini, kami berharap litbang benar-benar dapat memberikan sumbangsih yang nyata terhadap pembangunan di wilayah Provinsi Kalimantan Barat," ujarnya.

Pertemuan ini bisa memperkuat koordinasi lintas sektor dan terus berlanjut menjadi semacam forum bersama yang berfungsi untuk membahas masalah-masalah pembangunan di Kalimantan Barat serta solusinya.

Pada konsultasi publik tersebut, Guru Besar Untan Prof Chairil effendi mengingatkan pentingnya kedaulatan wilayah terkait masuknya peneliti-peniliti asing tanpa ijin dan tidak terdeteksi aparat yang berwenang, sehingga tidak aneh jika banyak plasma nutfah Kalimantan Barat yang diangkut ke luar negeri tanpa kita pernah menyadarinya.

"Pergub ini harus bisa mengontrol atau meminimalisir agar kondisi seperti ini tidak berlangsung terus menerus," ujar chairil efendi

Dalam pertemuan ini mengemuka dukungan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Prov. Kalbar. Salah satunya dari Helman Fachry yang merupakan rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Beliau menyatakan bahwa Balitbang harus bisa menjadi tulang punggung Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Namun demikian Balitbang sebagai instansi Kelitbangan tidak boleh meninggalkan ciri khasnya yaitu adanya pengelolaan jurnal ilmiah yang terakreditasi, tambahnya.

Sementara itu kritik positif dilontarkan oleh Krisuadi dari Institut Dayakologi. Menurutnya selama ini penelitian atau kajian yang dilakukan oleh pemerintah umumnya cenderung menjadikan masyarakat sebagai objek bukan subjek.
"Sehingga kedepannya kitaberharap, pemerintah memahami kemauan dan kebutuhan masyarakat, bukan sebaliknya," ujarnya

Pertemuan konsultasi publik ini berlangsung hingga pukul 12 siang. Agatho sebelum menutup pertemuan menyatakan bahwa rancangan pergub ini akan disempurnakan sebagaimana saran dan masukan dari hari hasil pertemuan dan tentunya berkoordinasi dengan Biro Hukum Setda Prov. Kalbar. Dia berharap Pergub ini sudah dapat di sahkan oleh Bapak Gubernur di tahun 2019 ini

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved