Jarot Ingin Momentum Hari Kemerdekaan ke-74 Rumdis Bupati Sintang Sudah Bisa Difungsikan

pengerjaan proyek pembangunan Rumah Dinas Bupati Sintang atau yang lebih dikenal Pendopo Bupati Sintang dengan dana sekitar Rp 4,9 miliar

Jarot Ingin Momentum Hari Kemerdekaan ke-74 Rumdis Bupati Sintang Sudah Bisa Difungsikan
TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Pengerjaan pembangunan Rumah Dinas Bupati Sintang yang menelan dana sekitar Rp. 4.9 miliar, tampak saat ini progres pengerjaan sudah selesai pada tahap pondasi yang menggunakan kayu belian, Selasa (16/4/2019) pagi. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

Jarot Ingin Momentum Hari Kemerdekaan ke-74 Rumdis Bupati Sintang Sudah Bisa Difungsikan

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno menjelaskan pengerjaan proyek pembangunan Rumah Dinas Bupati Sintang atau yang lebih dikenal Pendopo Bupati Sintang dengan dana sekitar Rp 4,9 miliar telah berjalan, dan ditargetkan rampung Agustus 2019.

"Sudah dilelangkan dan dikerjakan, cukup cepat pengerjaannya, saya berharap bulan Agustus selesai karena acara resepsi kenegaraan dan protokoler pelaksanaan upacara negara itu dari Pendopo," jelasnya, Selasa (16/4/2019) pagi.

Baca: FOTO: Persiapan Pemungutan Suara di TPS Lapas Klas IIA Pontianak

Baca: Ramalan Zodiak Minggu Ini, Penantian Leo Berbuah Manis dan Aries Bisa Menikmati Waktu dengan Caranya

Baca: Deretan Promo Khusus 17 April 2019, Dari Makanan, Tempat Karaoke Hingga Fashion

Menurut Jarot, dana senilai Rp 4.9 miliar ini baru jadi bangunan induk, belum teras depan dan lain-lainnya. Namun dirinya berharap dengan jadinya gedung induk yang percis seperti bangunan yang lama, maka pendopo sudah bisa difungsikan.

Lanjutnya bahwa tambahan lainnya yang nanti akan dikerjakan yaitu pembangunan teras depan, kemudian penambahan samping kiri dan kanan. Termasuk pengelolaan taman serta kamar pribadi dirinya di samping yang ikut terbakar.

"Termasuk nanti untuk panggung upacaranya di lapangan Kodim itu. Ada perhitungan untuk kita pindahkan lah nanti depannya di sebelah samping sini, sehingga nanti kita bisa berkumpul di sini sebelum kegiatan upacara," jelasnya.

Jarot menyampaikan bahwa memang dahulunya Pendopo Bupati Sintang ini merupakan kediaman Asisten Residen Belanda yang memerintah di Pontianak dan Sintang. Sehingga mempunyai nilai budaya dan sejarah yang sangat penting.

Oleh karena itu, makanya Pendopo Bupati Sintang dimasukkan sebagai situs cagar budaya. Inilah yang menjadi dasar bahwa pembangunan kembali Pendopo Bupati Sintang harus mengikuti bentuk asli bangunan ini pertama kali dibangun.

"Bangunan pendopo ini sangat penting sebagai bagian dari nilai sejarah kita. Kemudian sebagai bagian dari cerita-cerita zaman dulu, Sebagai bagian dari budaya kita. Ini sangat penting, termasuk sejarah terbakar kemarin," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved