Hadapi Pemilu Besok, Bupati Jarot Pesan Warga Sintang Kedepankan Rasa Persatuan

Jarot Winarno mengatakan bahwa besok, seluruh masyarakat Indonesia termasuk di Sintang akan mengikuti pesta demokrasi terbesar

Hadapi Pemilu Besok, Bupati Jarot Pesan Warga Sintang Kedepankan Rasa Persatuan
TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Bupati Sintang Jarot Winarno 

Hadapi Pemilu Besok, Bupati Jarot Pesan Warga Sintang Kedepankan Rasa Persatuan

SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa besok, seluruh masyarakat Indonesia termasuk di Sintang akan mengikuti pesta demokrasi terbesar Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019 dengan memberikan hak suaranya.

Menurut Jarot, yang pertama perlu kita ingat adalah modal dasar pembangunan itu adalah rasa kesatuan-persatuan, gotong-royong dan kekeluargaan. Jarot mengingatkan bahwa hal itu lebih besar nilainya dari apapun juga.

"Jangan sampai beda pilihan bisa mengganggu rasa kesatuan persatuan kita, jadikan itu sebagai nilai yang sangat luhur dan tinggi, nilai yang harus kita jaga dan tidak boleh kalah dengan apapun juga," katanya, Selasa (16/4/2019) pagi.

Baca: AWAS SERANGAN FAJAR, Yuks! Kenali 5 Surat Suara, Syarat dan Jadwal Pemilu 2019

Baca: FAKTA Menarik Juventus Vs Ajax dan Head to Head Crsitiano Ronaldo Vs Dusan Tadic

Baca: DAK Kubu Raya 52 Miliar dan Arahan Bupati Muda Soal Era Digital di Pendidikan, Ini Tanggapan Sriatin

Lanjutnya bahwa berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini adalah hak masyarakat Sintang. Inilah kesempatan untuk memilih pemimpin maupun wakil rakyat yang kita inginkan dan sesuai dengan hati nurani kita.

"Jangan sampai kita tidak memilih kesempatan ini tidak terjadi berkali-kali kita. Kita lihat kemarin pemilihan di luar negeri, betapa antusiasnya masyarakat Indonesia ada di sana, bahkan ada yang jalan sampai ratusan kilometer," katanya.

Maka dari itu, Jarot mengingatkan bahwa kita yang besok berkesempatan memilih dengan mudah TPS yang sudah ditentukan jangan sampai kalah dengan masyarakat Indonesia yang ada di luar negeri yang begitu antusias memilih.

Menurutnya kemudahan-kemudahan telah diberikan oleh pemerintah untuk semua masyarakat agar bisa menggunakan hak pilih.
Dirinya juga menjelaskan bahwa pukul 13.00 WIB adalah batas waktu pendaftaran yang diberikan.

"Jadi bukan batas waktu pencoblosan, barang siapa yang sudah mendaftar kemudian dia bisa mencoblos. Kemudian yang belum daftar tetapi sudah masuk antrian untuk mendaftar itu masih tetap boleh ikut mencoblos," jelasnya.

Oleh karena itu, dengan banyak kemudahan yang sudah diberikan penyelenggara pemilu, maka diharapkan tidak ada lagi kejadian dimana masyarakat yang ingin menggunakan hak pilihnya bisa terhambat karena hal teknis.

Jarot juga menyampaikan bahwa pesta demokrasi kali ini memang yang paling luar biasa bahkan orang bilang ini pesta demokrasi yang paling gila, karena masyarakat mendapatkan lima surat suara sekaligus untuk memilih.

Sehingga sudah diantisipasi mulai dari saat mendaftar, mencoblos, dan menghitung. Makanya waktunya tidak akan seperti pemilu sebelumnya, bahkan penghitungan suara juga akan memakan waktu lebih panjang.

"Ini pesta demokrasi, kita bergembira. Tapi tentu kelelahan menunggu, yang bisa menimbulkan hal-hal yang kecil menjadi besar, makanya kembali imbauan saya kedepankan persatuan kesatuan dan asas musyawarah," jelasnya.

Jarot mengingatkan jangan sampai kita letih menunggu, kemudian ada hal kecil yang tidak mungkin tidak begitu penting menyebabkan kita ribut. Seluruh pihak harus berusaha menjadikan pemilu ini jadi pesta demokrasi yang sukses.

"P enghargaan setinggi-tingginya buat seluruh stakeholder penyelenggara pemilu dan keluarga besar TNI-Polri. Mari kita menghargai mereka, mudah-mudahan besok adalah pesta demokrasi yang sukses untuk kita semua," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved