Pemilu 2019

Caleg DPRD Kabupaten Ketapang Kasdi Bantah Lakukan Politik Uang

Caleg DPRD Kabupaten Ketapang daerah pemilihan Ketapang V dari fraksi PDIP nomor urut 1, Kasdi

Caleg DPRD Kabupaten Ketapang Kasdi Bantah Lakukan Politik Uang
TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Ketua DPC PDIP Ketapang, Kasdi 

Caleg DPRD Kabupaten Ketapang Kasdi Bantah Lakukan Politik Uang

KETAPANG - Caleg DPRD Kabupaten Ketapang daerah pemilihan Ketapang V dari fraksi PDIP nomor urut 1, Kasdi, saat dikonfirmasi oleh awak media, caleg yang namanya disebutkan pada video yang tersebar, membantah telah melakukan politik uang.

Ia juga membantah telah menyuruh kepala desa untuk membagikan uang kepada warga dan menyuruh memilih dirinya.

"Tidak ada politik uang. Tanpa politik uang saya yakin bisa menang di dapil V ini," ucap Kasdi, Selasa (16/04/2019).

Kasdi mengaku juga telah menghubungi kepala desa yang dimaksud. Kepala desa yang dimaksud dalam video tersebut adalah Sumadi, yang merupakan satu diantara Kades di Kecamatan Singkup.

"Sudah saya tanyakan ke Sumadi, kata Sumadi tidak ada dia membagi-bagikan uang," katanya.

Baca: Garda Borneo Deklarasi Ajak Masyarakat Salurkan Hak Pilih dan Stop Hoax

Baca: AWAS SERANGAN FAJAR, Yuks! Kenali 5 Surat Suara, Syarat dan Jadwal Pemilu 2019

Baca: Yuks! Kenali Lima Surat Suara Pemilu 2019, Syarat & Jadwal Pencoblosan! Bisa Gunakan e-KTP

Kasdi menilai, hal ini tersebut bisa saja dilakukan oleh lawan politiknya untuk menjatuhkan nama baiknya. Karena menurutnya, di daerah pemilihan Ketapang V, dia memiliki pemilih yang banyak.

"Jelas ini black campaign. Ini untuk menjatuhkan nama baik saya dan partai. Kami tidak ada membagi-bagikan uang, kecuali untuk saksi partai dan saksi pilpres," ujarnya.

Dia melanjutkan, pihaknya memang memberikan gaji kepada saksi partai dan pilpres di TPS yang  Nominalnya Rp 200ribu per orang, sementara untuk satu TPS ada dua saksi.

"Saat ini kami memang sedang menyerahkan mandat kepada saksi kami di TPS. Mereka mendapatkan surat mandat dan uang Rp 200ribu. Besok sejak jam 07.00 pagi seluruh saksi ini sudah harus ada di TPS," pungkas Kasdi.

Kasdi menambahkan, pihaknya masih akan melakukan pendalaman terkait video tersebut. Termasuk akan menanyakan langsung kepada orang yang berada di dalam video tersebut.

"Cuma saat ini kami masih terkendala sinyal. Nanti akan kami informasikan lagi," tutupnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved