KPPAD Tangani 60 Kasus Anak Selama 2019, Kini Fokus Dampingi Korban dan Pelaku Kasus Audrey

Alik menjelaskan bahwa kelanjutan perkara sudah ada ditangan Kejaksaan setelah adanya pelimpahan berkas dari Polresta Pontianak.

KPPAD Tangani 60 Kasus Anak Selama 2019, Kini Fokus Dampingi Korban dan Pelaku Kasus Audrey
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak (tengah) memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers di kantor KPPAD Kalbar, Jalan Da Hadi, Pontianak, Senin (8/4/2019). Seorang siswi SMP menjadi korban pengeroyokan diduga 12 siswi SMA beberapa hari lalu di Pontianak. 

KPPAD Tangani 60 Kasus Anak Selama 2019, Kini Fokus Dampingi Korban dan Pelaku Kasus Audrey

PONTIANAK - Komisioner Komisi Perlindungan dan Penangan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Alik Rosyad menjelaskan saat ini pihaknya tengan konsentrasi terhadap pendampingan pada korban maupun tiga orang anak yang telah ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) lantaran terlibat dalam pengeroyokan terhadap AU (Audrey).

Alik hadir dalam pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yambise di Kantor Wali Kota Pontiank.

Saat ini Alik, menjelaskan bahwa kelanjutan perkara sudah ada ditangan Kejaksaan setelah adanya pelimpahan berkas dari Polresta Pontianak.

"Ketika nanti sudah P21 maka akan dilakukan langkah-langkah diversi, itulah yang utama dalam menangani kasus ini. Hari ini KPPAD berfokus pada tiga anak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan satu anak sebagai korban untuk didampingi," ucap Alik Rosyd saat diwawancarai, Senin (15/4/2019).

Baca: TERPOPULER - Tiga Siswi SMA Tersangka Kasus Audrey, Hotman Paris Sebut KPPAD,hingga Menteri Muhadjir

Baca: Audrey Pontianak - Ketua KPPAD Kalbar Imbau Masyarakat Bedakan Antara Fakta & Hoax Kasus AU

Pendanpingan yang diberikan KPPAD lakukan adalah psikologinya, itu sudah dimulai sejak pekan lalu, pihaknya melakukan kerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia Kalbar.

Pada kesempatan itu, Alik menjelaskan bahwa sepanjang 2019 setidaknya ada 60 kasus yang dilakporkan masyarakat pada KPPAD.

"Kasus anak yang ada di Kalbar sepanjang 2019 ini yang dilaporkan pada KPPAD ada 60 kasus, terbanyak adalah kasus kejahatan seksual dan hak asush anak," ujarnya.

Baru-baru ini kasus yang sempat menghebohkan lainnya selain kasus AU (14) juga ada kasus pencabulan oleh seorang ayah di Sungai Kakap terhadap lima anak gadisnya.

Baca: Kementerian PPPA Turun Tangan Kasus Audrey, Deputi Perlindungan Anak Minta Pertimbangkan Hak Anak  

Baca: JEJAK Kasus Audrey Pontianak: Perdebatan Hasil Visum hingga Progres Penyelesaian Ranah Hukum

"Kasus yang dipunggur juga sudah diberikan pendampingan dimana seorang ayah mencabuli lima anak kandungnya. Hari ini kita sudah fokus mendampingi psikologi pada korban dan pendampingan lainnya,"tambah Alik.

Awalnya para korban yang merupakan anak pelaku takut dan trauma pada orangtuanya dan enggan pulang kerumah tapi setelah ayahny ditangkap dan diamankan kepolisian para korban kembali berani untuk pulang kerumah, KPPAD terus memberikan pendampingan pada mereka. (Syahroni)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved