Edi Kamtono Harap Penyelesaikan Kasus Audrey Dituntaskan Melalui Pendekatan Humanis

Edi Rusdi Kamtono memimpin langsung pertemuan secara tertutup yang menghadirkan pula para anak-anak yang telah ditetapkan sebagai ABH itu

Edi Kamtono Harap Penyelesaikan Kasus Audrey Dituntaskan Melalui Pendekatan Humanis
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Sebanyak tujuh siswi SMA yang terseret dalam kasus penganiayaan siswi SMP menyampaikan klarifikasi didampingi KPPAD Provinsi Kalbar di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) sore. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban serta tidak mengakui telah melakukan pengeroyokan perkelahian dilakukan satu lawan satu. 

Edi Kamtono Harap Penyelesaikan Kasus Audrey Dituntaskan Melalui Pendekatan Humanis

PONTIANAK - Rapat koordinasi lintas sektoral bersama Deputi Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah dilakukan sebagai upaya penyelasaian kasus Audrey

Kali ini, menterinya sendiri yang menyempatkan hadir untuk membahas kelanjutan kasus pengeroyokan terhadap AU (Audrey) oleh tiga pelajar SMA.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memimpin langsung pertemuan secara tertutup yang menghadirkan pula para anak-anak yang telah ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH) bersama Menteri PPPA, Yohana Susana Yambise dan pihak penegak hukum.

Kasus ini menyita perhatian publik dikarenakan adanya informasi liar perlakuan para ABH terhadap AU yaitu kekerasan dibagian intim atau alat vitalnya namun semua itu tidak terbukti setelah visum dilakukan pihak kepolisian bahkan memar-memar di tubuh korban juga tidak terbukti.

Baca: Upaya Diversi Gagal, Berkas Kasus Audrey Dilanjutkan, Kini Sudah P21

Baca: FOTO: Sejumlah ABH kasus Audrey, Ikut Pertemuan bersama Menteri PPA,Yohana Susana Yembise

Penyelesaikan kasus ini ditegaskan Edi harus mengacu pada UU Perlindingan Anak dan UU peradilan terhadap anak, sebab pengadilan anak berbeda dengan kasus orang dewasa.

Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak khususnya para netizen untuk menahan diri dan menyikapi dengan bijak terkait proses kasus ini.

"Kedepan humanisme dalam melihat kasus ini, semua pihak diharapkan memiliki rasa empati, baik ABH maupun korban sama-sama anak dibawah umur. Sebab penanganan kasus anak ada aturannya sendiri yang harus diketahui semua pihak,"ujar Edi Kamtono, Senin (15/4/2019).

Baca: JEJAK Kasus Audrey Pontianak: Perdebatan Hasil Visum hingga Progres Penyelesaian Ranah Hukum

Baca: KPPAD Tangani 60 Kasus Anak Selama 2019, Kini Fokus Dampingi Korban dan Pelaku Kasus Audrey

Penyelesaian secar humanis telah disampaikannya kala Rakor beberapa hari lalu, karena menghindari jangan sampai memberikan efek negatif pada mereka dikemudian hari.

“Kita akan lakukan upaya-upaya penyelesaian humanis berdasarkan perundang-undangan untuk bisa melindungi anak-anak di Kota Pontianak ini karena mereka semuanya masih di bawah umur,” tuturnya. (Syahroni)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved