Citizen Reporter

Uskup Agus Ingatkan Kaum Millenial Tidak Menggunakan Agama Sebagai Alat Politik

Sampai detik ini sekolah Katolik terbuka untuk umum, rumah sakit Katolik terbuka untuk umum,

Uskup Agus Ingatkan Kaum Millenial Tidak Menggunakan Agama Sebagai Alat Politik
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Uskup Agus menjadi narasumber di seminar Nasional PMKRI, Jumat (12!4/2019) di Hotel Garuda Pontianak. 

Citizen Reporter
Komsos Keuskupan Agung Pontianak, Paulus Mashuri

SINGKAWANG - Dalam seminar nasional PMKRI ber-Hastag (#) Kita Indonesia mengambil tema : “peran kaum millenial dalam menyukseskan pemilu yang jujur, damai dan sejuk” di Hotel Garuda Pontianak, Jumat (12/4/2019) lalu, Uskup Agus tampil sebagai pembicara.

“Tiap kali Pemilu ada saja orang datang dengan saya dan menanyakan : “kenapa pastor tidak berani kampanye di gereja? Kenapa pastor atau uskup tidak dukung calon A atau calon B?” ujar Uskup Agus mengawali pembicaraannya.

Uskup Agus mengatakan, agama Katolik masuk ke Kalbar lebih dari 100 tahun yang lalu.

Apa yang dibuat? Dibuka sekolah, dibuka rumah sakit, dibangun pertanian. Dan tidak pernah satu sekolah Katolik pun, satu rumah sakit Katolik pun, satu kegiatan sosial Katolik pun, hanya diperuntukkan untuk orang Katolik.

Baca: VIDEO: KPU Kota Pontianak Lakukan Simulasi Pemungutan Suara

Baca: Polsek Entikong Gelar Apel Siaga Pengamanan Masa Tenang Pemilu

“Sampai detik ini sekolah Katolik terbuka untuk umum, rumah sakit Katolik terbuka untuk umum, tidak pernah mensyaratkan orang masuk rumah sakit itu harus menjadi orang Katolik dulu,” tandas Uskup Agus.

Ini perlu saya tegaskan, lanjut Uskup Agus bahwa Gereja Katolik tidak pernah membenarkan agama dipakai sebagai alat politik.

“Alat politik yang baik pun tidak perlu pakai agama. Karena ada nilai-nilai universal yang bisa kita gunakan untuk memperjuangkan kepentingan orang Katolik dan kepentingan orang banyak,” pungkas Uskup Agus.

Uskup Agus mengatakan, setiap orang Katolik dipanggil untuk membangun dunia yang lebih baik. Yang harus diperjuangkan adalah keadilan dan kedamaian untuk kepentingan orang banyak.

Uskup Agus mengutip pernyataan Mgr. Soegijapranata yang mengatakan : “Jadilah 100 % Katolik dan 100 % Indonesia.

Jika kita merasa sebagai orang Kristen yang baik, kita semestinya juga menjadi seorang patriot yang baik.

Karenanya, kita merasa bahwa kita 100% patriotik sebab kita juga merasa 100% Katolik. Malahan, menurut perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah, sebagaimana tertulis dalam Katekismus, kita harus mengasihi Gereja Katolik, dan dengan demikian juga mengasihi negara, dengan segenap hati.

Diakhir pembicaraannya Uskup Agus berharap semangat kebaikan, nilai-nilai luhur, nilai-nilai universal yang baik, yang berani berkorban untuk kepentingan orang banyak, yang berani menghadapi tantangan apapun, yang berani mengedepankan keadilan dan kedamaian untuk kepentingan orang banyak tetap harus ada dihati kaum mellenial.

Terkait Pemilu 17 April 2019 mendatang, Uskup Agus mengajak kaum millenial untuk menggunakan hak pilih dengan bijak, cerdas, tepat dan sesuai dengan hati nurani.

“Kaum millenial ikut bertanggungjawab untuk menentukan masa depan bangsa 5 tahun ke depan,” ujar Uskup Agus. (*)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved