Rapat Koordinasi KUR dan UMi se-Kalbar, Bahas Penyaluran Kredit Bangun UMKM Nasional

Di Kalbar terdapat 120 ribu pelaku UMKM, 80 ribu diantaranya adalah pelaku usaha mikro.

Rapat Koordinasi KUR dan UMi se-Kalbar, Bahas Penyaluran Kredit Bangun UMKM Nasional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalbar diselenggarakan Rapat Koordinasi KUR dan UMi se-Kalbar dengan Seluruh Bank/lembaga penyalur KUR, dan UMi, Kepala OJK Kalbar, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Kalbar, Kepala Biro Ekonomi Kalbar, dan Kepala Disperkop dan UKM Kota Pontianak 

Rapat Koordinasi KUR dan UMi se-Kalbar, Bahas Penyaluran Kredit Bangun UMKM Nasional

PONTIANAK - Bertempat di Aula Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalbar diselenggarakan Rapat Koordinasi KUR dan UMi se-Kalbar dengan Seluruh Bank/lembaga penyalur KUR, dan UMi, Kepala OJK Kalbar, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Kalbar, Kepala Biro Ekonomi Kalbar, dan Kepala Disperkop dan UKM Kota Pontianak.

Rakor juga dihadiri oleh Edward Nainggolan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kalbar dan Muhammad Fahmi, Ketua Asosiasi Business Development Service-Provider Indonesia (BDSI) yang merupakan asosiasi pendamping UMKM dan Koperasi.

Dalam sambutannya, Edward Nainggolan menekankan bahwa tujuan penyaluran KUR adalah untuk membangun Usaha Mikro, Kecil melaui penyalur permodalan, menciptakan lapangan kerja, dan menanggulangi kemiskinan.

Baca: Pelaku UMKM Lokal Berharap Binaan dari Inaker dan PT KDK

Baca: Bina UMKM Lokal, Imam Sarkoni Bidik Pasar Luar Negeri

UMi merupakan pinjaman yang disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (ONM, Pegadaian, dan Bahana) untuk pelaku usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program KUR.

Di Kalbar terdapat 120 ribu pelaku UMKM, 80 ribu diantaranya adalah pelaku usaha mikro.

Baca: Ada 3.200 dari 82 Ribu UMKM Ultra Mikro di Kalbar Yang Sudah Menerima Dana Ultra Mikro

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berkepentingan untuk memajukan UMKM karena suatu negara akan maju apabila memiliki pelaku usaha minimal 7 persen dari jumlah penduduk tegas pria berdarah batak itu.

Berdasarkan data DJPb dari tahun 2017 s.d Maret 2019 penyaluran KUR mencapai Rp2,96 triliun dengan jumlah penerima 80.332 UMKM.

Sementara untuk penyaluran UMi mencapai Rp11,02 miliar dengan jumlah penerima 3.294 orang/UMKM.

Edward Nainggolan juga menyampaikan bahwa Kanwil DJPb siap bersinergi dengan setiap Pemerintah Daerah Kalbar, Perbankan dan Lembaga Keuangan penyalur KUR dan UMi.

Baca: Korbannya Ratusan Orang, Penipuan UMKM dan KUR Beromzet Puluhan Juta Terungkap

Baca: Komitmen Majukan UMKM Lokal, Inaker dan PT KDK Kerjasama Tarik Animo Masyarakat

Penyalur diharapkan dapat merelaksasi persyaratan penyaluran KUR dan UMi pada pelaku UMKM dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian / Prudent.

Muhammad Fahmi, S.E., MM menyatakan bahwa masalah utama pengembangan UMKM adalah permodalan dan pendampingan. Hal lain yang perlu dibangun adalah menciptakan value chain (rantai nilai) terhadap UMKM di Kalimantan Barat. Value chain sangat dibutuhkan agar permodalan yang telah diberikan dapat lebih bermanfaat bagi UMKM.

Pada akhir kegiatan Edward Nainggolan manyampaikan terima kasih kepada para peserta dan berharap para penyalur KUR dan UMi memberikan pelayanan yang terbaik.

Serta para pemangku kepentingan bersinergi dalam penyaluran KUR dan UMi demi memajukan UMKM di Kalimantan Barat. (*)

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved