Indonesia Lawyers Club

Ferdinand Hutahaean Klarifikasi Surat SBY usai Debat Sengit Dini Purwono Vs Dahnil Anzar di ILC

Ferdinand Hutahaean menegaskan surat dari Pak SBY itu adalah bentuk komunikasi internal antara partai Demokrat dengan BPN Prabowo-Sandi.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
Youtube
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sekaligus kader partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat ILC, Selasa (09/04/2019). 

Ferdinand Hutahaean Klarifikasi Surat SBY usai Debat Sengit Dini Purwono Vs Dahnil Anzar di ILC  

Indonesia Lawyers Club (ILC) adalah acara diskusi di stasiun televisi swasta TVOne setiap hari Selasa mulai pukul 20.00 WIB. 

Topik-topik hangat yang jadi buah bibir di masyarakat Indonesia selalu dibahas di forum ILC.

Tak hanya soal politik, tapi juga bidang lain seperti sosial, hukum, kesehatan dan bidang-bidang lainnya.

Kupasan menjadi tajam karena menghadirkan narasumber berkompeten dan profesional.  

Pada edisi 9 April 2019, ILC mengangkat topik "El Clasico Jokowi VS Prabowo: Siapa Pemenangnya?". 

Dalam kesempatan ini, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sekaligus kader partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memberikan klarifikasi terkait maksud dibalik surat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca: VIDEO ILC: Budiman Sudjatmiko Vs Dahnil Anzar Simanjuntak, Debat Seru Saling Bantah Narasi Ketakutan

Baca: ILC TVOne: Dini Purwono Bantah Tudingan Terkait PSI, Dahnil Anzar Simanjuntak Tertawa Terbahak-bahak

Seperti diketahui surat itu menjadi bola panas jelang masa pencoblosan Pemilu 2019. 

"Sedikit saja terkait Pak SBY tadi. Supaya tidak jadi fitnah buat Pak SBY," ujar Ferdinand Hutahaean kepada Presiden ILC Karni Ilyas usai saksikan perdebatan antara Politisi Partai Solidaritas (PSI) Dini Purwono dengan Jubir BPN Prabowo-Sandi Dahnil Azhar Simanjuntak. 

Ferdinand Hutahaean menegaskan surat dari Pak SBY itu adalah bentuk komunikasi internal antara partai Demokrat dengan BPN Prabowo-Sandi. 

"Maka, arahan dari Pak SBY agar membuat kampanye kemarin sebelum acara menjadi se-berbhinekka mungkin, se-Indonesia Raya mungkin," terang dia.

Ferdinand Hutahaean menimpali permintaan dari SBY itu sudah dilaksanakan ketika pelaksanaan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) beberapa waktu lalu. 

"Sudah dilaksanakan dan itu bukan menuduh kampanye tidak lazim. Tetapi, Pak SBY dalam kewajibannya sebagai pendukung Pak Prabowo menjalankan kewajiban moralnya," imbuh Ferdinand.

Surat yang dibuat SBY itu, kata dia, bertujuan untuk menuntun kampanye akbar agar menjadi Indonesia Raya dan berbhinneka. 

"Tujuannya itu. Jadi, bukan mengoreksi kampanye ya," tandasnya. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved