Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap Audrey Tak Bisa Langsung Dipidana, Ini Penjelasan Kemensos

Ada beberapa tahap yang harus dilalui, diantaranya tahap awal, dan tahap lanjutan, sesuai dengan UU nomor 11 tahun 2012 tentang SPPA

Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap Audrey Tak Bisa Langsung Dipidana, Ini Penjelasan Kemensos
Screenshot change.org
PETISI #JusticeForAudrey Menuju 200 Ribu, Siswi SMP Dikeroyok Brutal 12 Siswi SMA di Kota Pontianak. 

Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap Au Tak Bisa Langsung Dipidana, Ini Penjelasan Kemensos

PONTIANAK - Terkait kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh siswa SMP oleh 12 orang pelaku yang merupakan siswa SMA dari berbagai SMA di Kota Pontianak banyak dukungan dari masyarakat terhadap korban.

Bahkan muncul petisi dan #justiceforaudrey yang meminta keadilan atas apa yang dialami korban.

Menanggapi hal itu, Plt. Ses dan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Kanya Eka Santi memberikan saat dihubungi Tribun Pontianak mengtakan bahwa apa yang diminta masyarakat tak semata-mata dapat dikabulkan.

Baca: Klarifikasi Lengkap H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, Beberkan Kondisi Terduga Penganiayaan Au

Baca: Kemensos Akan Lakukan Assesment Terhadap Kasus Au, yang Diduga Dianiaya 12 Siswa SMA

“Untuk sekarang, tindakan membawa korban ke RS udah baik, untuk pelaku itu kita juga tidak bisa (langsung menghukum) karena masyarakat minta menghukum,” katanya.

Menurut dia, hal itu karena Indonesia merupakan negara hukum, tentunya ada Undang-undangan yang mengatur, termasuk tentang anak.

“Harus di cek dulu, dipastikan dulu, dalam Undang-undangan sistem peradilan anak juga anak tidak bisa langsung kemudian diajukan secara pidana, tapi didorong upaya agar penanganan kasusnya dikembalikan kepada korban, sehingga tidak semuanya masuk ke pengadilan,” ungkap Kanya.

Mengingat dalam kasus ini, baik korban maupun pelaku adalah anak.

Beberapa aktivis tampak berusaha berbicara dengan pihak keluarga Audrey yang sedang membatasi kunjungan.
Beberapa aktivis tampak berusaha berbicara dengan pihak keluarga Audrey yang sedang membatasi kunjungan. (TRIBUNPONTIANAK/Bella)

“Saya paham kondisi korban, tapi kita juga punya regulasi, sehingga harus hati-hati. Inikan sekarang sedang didalami pihak polisi, kalau ada unsur pidana, akan berproses, prosesnya juga ada beberapa tahapan sesuai uud,” lanjut Kanya.

Ada beberapa tahap yang harus dilalui, diantaranya tahap awal, dan tahap lanjutan, sesuai dengan UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Apabila di tahap awal keluarga menyetujui damai maka masalah dianggap selesai, jika tidak maka akan lanjut ke tahap penyidikan.

Dalam tahap penyidikan, nanti kedua belah pihak akan dilakukan mediasi, apabila mediasi menyepakati damai maka akan dianggap selesai.

Baca: Ifan Seventeen Bikin Audrey Tersenyum Lagi, Ajak Smule Bareng Jika Sudah Sembuh

Baca: Kecam Penganiayaan Au, Forum Komunikasi Mahasiswa Singkawang: Tidak Ada Kata Damai

Namun apabila tidak makan akan ke tahap penyidikan.

Pada tahap penyidikan ini nanti, Kanya menerangkan bahwa prosesnya akan berbeda dengan pengadilan tehadap orang dewasa.

Begitu juga apabila diputus bersalah, maka anak akan dimasukkan ke lembaga pembinaan khusus anak. (*)

Penulis: Bella
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved