Advetorial

Buka Pelatihan Tenun se-Kota Pontianak, Yanieta Harap Ada Generasi Penerus

Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono membuka langsung kegiatan pembinaan dan pelatihan tenun se-Kota Pontianak di gedung UMKM Center

Buka Pelatihan Tenun se-Kota Pontianak, Yanieta Harap Ada Generasi Penerus
TRIBUNPONTIANAK/Ya'M Nurul Anshory
Foto bersama usai pembukaan pembinaan dan pelatihan tenun se-Kota Pontianak, di Gedung UMKM Center Pontianak, Rabu (10/4/2019) pagi 

Buka Pelatihan Tenun se-Kota Pontianak, Yanieta Harap Ada Generasi Penerus

PONTIANAK - Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono membuka langsung kegiatan pembinaan dan pelatihan tenun se-Kota Pontianak di gedung UMKM Center, Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak, Rabu (10/4/2019) pagi.

Pembinaan dan pelatihan tersebut akan dihelat selama tiga hari mulai dari Rabu-Kamis (10-12/4/2019) di ikuti oleh ibu-ibu dari beberapa kelompok tenun di Kota Pontianak.

"Dinas Dekranasda Kota Pontianak bekerjasama dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan mengadakan pelatihan tenun se-Kota Pontianak. Ada beberapa yang ikut serta dari Kampung Tenun, di Batulayang, Saigon, SMK 6, SMK 3," tutur Yanieta.

Dalam pembinaan dan pelatihan tersebut kata dia, dimulai dari menghitung benang, menyusun benang, yang benar-benar tahap awal dimana nanti dari sinilah tahap-tahap selanjutnya bisa berjalan.

Baca: Ifan Seventeen Bikin Audrey Tersenyum Lagi, Ajak Smule Bareng Jika Sudah Sembuh

Baca: Gubernur Kalbar Beri Pernyataan Terhadap Pelaku Tindak Kekerasan Audrey

Baca: Konferensi Pers Kapolresta Pontianak Beberkan Hasil Visum Siswi SMP, Korban Pengeroyokan

"Ibu-ibu akan mengikuti pelatihan pertama kali di UMKM Center ini, yang dibangun oleh Pemkot sebagai upaya untuk memajukan UMKM dari pengrajin-pengrajin yang ada di Kota Pontianak. Saya berharap dengan adanya pelatihan hari ini dapat melahirkan pelatihan-pelatihan yang lain," tuturnya.

Pelatihan ini merupakan tahap awal dari menenun, menurut Yanieta inilah yang paling sulit dilakukan, dengan waktu tiga hari, ibu-ibu harus memanfaatkan waktu sebaik-baik nya.

Jangan malu bertanya kepada instruktur yang kita berikan hari ini kata dia, mereka adalah instruktur yang sudah berpengalaman.

"Instrukturnya ada ibu Agustina dan ibu Ani, mereka merupakan pengrajin yang sudah berpengalaman dan produk mereka sudah dipasarkan," tuturnya.

Yanieta berharap ada regenerasi baru yang bisa melakukan pekerjaan menenun. "Kita fokus bagaimana mengembangkan pengrajin tenun di Kota Pontianak, karena tidak gampang mencari penenun," imbuhnya.

Yanieta juga berharap dengan adanya pelatihan ini bisa menelurkan penenun-penenun baru di Pontianak, kepada bapak dan ibu lurah, selesai kegiatan ibu-ibu ini harus di update dan jangan mandek.

"Semoga ini bisa menjadi industri kreatif dan hasilnya dapat dijual di UMKM center," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved