Media Gathering Bersama Telkomsel, Jurnalis Kunjungi ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park

Wartawan Tribunpontianak.co.id, berserta puluhan wartawan dari berbagai media, berkesempatan berkunjung ke GWK Cultural Park Bali

Media Gathering Bersama Telkomsel, Jurnalis Kunjungi ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park
TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Foto bersama puluhan Jurnalis dari berbagai media di pulau Kalimantan, bersama dengan menajemen dan staf Telkomsel Wilayah Pamasuka, di Pantai Kuta, pada kegiatan Media Gathering di Pula Bali, Sabtu (6/4/2019) pagi. 

Media Gathering Bersama Telkomsel, Jurnalis Kunjungi ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BALI,- Masyarakat Bali terkenal dengan adat dan Budayanya, sehingga tidak heran jika mereka begitu menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaannya.

Begitu pula di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park Bali. Dimana di tempat tersebut menyediakan pemandangan alam dan di padu dengan plaza-plaza yang menceritakan nilai-nilai kebudayaan.

Beberapa waktu lalu, Wartawan Tribunpontianak.co.id, berserta puluhan wartawan dari berbagai media, berkesempatan berkunjung ke GWK Cultural Park Bali, Kamis (4/4/2019) sore.

Saat berkunjung kesana, baru sampai di pintu masuk. Para pengunjung sudah di sajikan dengan penampilan alat musik tradisional.

Baca: JADWAL Live Streaming Trans7 MotoGP Amerika 2019, Marc Marquez Raja Sirkuit Austin

Baca: Ramli Tewas Terpanggang, Herlan: Kalau Orang Bilang Saya Tidak Sayang Ayah, Mereka Tak Tahu Apa-apa

Baca: Muda Mahendrawan Optimis Car Free Day Akan Bergelora di Kubu Raya

Diketahui, alat tersebut bernama Rini'e. Alat musik itu terletak di pintu masuk GWK yang digunakan untuk menyambut kedatangan wisatawan.

Dalam kesempatan itu, Gusti salah satu petugas yang bertugas di pintu masuk plaza Garuda menjelaskan kepada wartawan Tribunpontianak.co.id bahwa setiap harinya ada sedikitnya 3000 pengunjung, dan jika hari libur pengunjung bisa sampai dengan 7-8 ribu pengunjung per hari.

"Ini termasuk sepi, karena bukan hari libur. Kira-kira ini paling hanya tiga ribu orang. Kalau hari libur bisa sampai delapan atau sepuluh ribu," ungkapnya.

Pria yang bekerja di GWK sejak awal tahun 2000 itu juga menjelaskan, saat masuk ke Plaza Wisnu ada kewajiban bagi wisata pria maupun wanita untuk menggunakan kain sarung.

Ia menuturkan, penggunaan sarung bagi yang mengenakan celana di pendek di atas lutut adalah sebagai tanda penghormatan kepada para leluhur.

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved