Kuota PTPS Kurang, BPN Harap Pengawas Tak Tergiur Tawaran yang Merusak Kualitas Pemilu

Herzaky M Putra mengungkapkan jika pihaknya tidak terlalu khawatir dengan kekurangan kuota pengawas TPS sebanyak 351 orang

Kuota PTPS Kurang, BPN Harap Pengawas Tak Tergiur Tawaran yang Merusak Kualitas Pemilu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Deputi Kogasma Partai Demokrat, Herzaky M. Putra 

Kuota PTPS Kurang, BPN Harap Pengawas Tak Tergiur Tawaran yang Merusak Kualitas Pemilu

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Herzaky M Putra mengungkapkan jika pihaknya tidak terlalu khawatir dengan kekurangan kuota pengawas TPS sebanyak 351 orang dalam waktu kurang dari 10 hari ini.

"Dari total kebutuhan pengawas, angka ini sangatlah kecil persentasenya. Karena itu, saya yakin Bawaslu dapat segera memenuhinya," kata Herzaky, Minggu (07/04/2019).

Menurut politisi kelahiran Pontianak ini, ada yang lebih penting dari sekedar memastikan jumlah kuota pengawas terpenuhi.

Bawaslu harus benar-benar bisa memastikan netralitas dan kualitas dari para pengawas TPS yang direkrutnya. Jangan karena sekedar memenuhi kuota, Bawaslu malah merekrut orang-orang yang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.

Baca: Dapat Ikan Belidak 4,7 Kg, Mataram Juarai Lomba Mancing Mania

Baca: Bupati Karolin Keluhkan Landak Belum Terima Kekurangan Ribuan Surat Suara

Baca: Ateng Tanjaya: Pemadam Kebakaran Adalah Implementasi 4 Pilar Kebangsaan & Bhinneka Tunggal Ika

"Pengawas TPS ini memiliki peran sentral, yaitu mengawasi jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara agar berlangsung dengan jujur dan adil. Karena itu, netralitas pengawas TPS ini sangatlah krusial. Jangan sampai wasit malah ikutan menjdi ‘pemain’. Mekanisme kontrol internal Bawaslu harus benar-benar dilaksanakan dengan ketat," katanya.

Maka dari itu, diharapkan Herzaky Pengawas TPS harus benar-benar memahami tugas dan tanggung jawabnya secara detail.

Deputi Kogasma Partai Demokrat ini juga mengharapkan Bimtek yang dilakukan Bawaslu diharapkan tidak sekedar memenuhi kewajiban, melainkan dilakukan untuk benar-benar memastikan setiap personil pengawas TPS memahami esensi dari tugas mereka dan teknis pelaksanaan tugasnya.

"Harapan kita, penyelenggara maupun pengawas pemilu, bisa menjaga netralitasnya, dan tidak tergiur bujuk rayu pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk ikut ‘bermain’. Amanah yang mereka emban sangatlah berat, karena turut berpengaruh dalam perjalanan bangsa ini. Apakah akan begini-begini saja, ataukah bakal lebih baik ke depannya," kata Herzaky.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved