KOPRI Komisariat IAIN Pontianak Menggelar Tahapan Kaderiasi Sekolah Islam Gender

Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Komisariat Institut Agama Islam Negeri Pontianak

KOPRI Komisariat IAIN Pontianak Menggelar Tahapan Kaderiasi Sekolah Islam Gender
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana kegiatan 

Citizen Reporter
Mahasiswa IAIN
Siti Maulida

KOPRI Komisariat IAIN Pontianak Menggelar Tahapan Kaderiasi Sekolah Islam Gender

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Komisariat Institut Agama Islam Negeri Pontianak mengadakan kaderisasi KOPRI tahap pertama yaitu Sekolah Islam Gender (SIG). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Al- Hambra ini di laksanakan dari hari Jumat sampai Minggu yaitu pada tanggal 5 sampai 7 April 2019.

Peserta dari Sekolah Islam Gender (SIG) ini adalah kader puteri dan putera PMII IAIN Pontianak, alasan peserta putera diikutkan dalam SIG ini agar tidak hanya KOPRI saja yang mengetahui tentang gender akan tetapi yang putera mengetahui juga. Menyesuaikan dengan era sekarang, tema yang diusung dalam SIG ini adalah “Peran Perempuan di Era Revolusi Industri 4.0.

Baca: Agenda Wali Kota Pontianak Minggu (7/4/2019)

Baca: Kebakaran di Kota Baru Sisakan Duka Mendalam Bagi Guru Ngaji dan Buruh Bangunan

Baca: Terungkap, Detik-detik Anak Korban Kebakaran Kota Baru Hendak Selamatkan Ayahnya

Baca: Jadwal Kualifikasi MotoGP Argentina 2019, Live Trans7! Valentino Rossi Kembali ke Jalur Juara

KOPRI Komisariat IAIN Pontianak memang baru pertama kali melaksanakan agenda Sekolah Islam Gender.

Hal ini menjadi titilk awal agar pengkaderan khusus KOPRI ini berkembang di ruang lingkup Komisariat IAIN Pontianak, tidak hanya dikepengurusan sekarang akan tetapi berlanjut ke depannya.

Sekretaris KOPRI Komisariat IAIN Pontianak yaitu Nur Halimah mengatakan tujuan diadakan Sekolah Islam Gender ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada kader PMII bahwa perempuan harus bisa menjadi orang-orang hebat. Menurutnya meskipun kodrat perempuan meliputi “kasur,dapur dan sumur”.

Namun perempuan juga bisa setara dengan laki laki. Hal ini untuk membantah aggapan masyarakat secara umum bahwa perempuan tidak di bawah laki-laki.

”Pesan saya. Jadilah perempuan yang berpendidikan yang dapat mencerdasarkan bangsa. Karena generasi selanjutnya keberadaan kita berpengaruh” Ungkapnya.

Ketua Panitia Sekolah Islam Gender (SIG) yaitu Sri Hardianti mengungkapkan bahwa dirinya terharu, meskipun baru pertama kali dilaksanakan, namun antusias para kader PMII sangatlah baik, terbukti dengan banyaknya jumlah peserta. Bahkan kader laki laki banyak yang mengikuti.

“Saya berharap dengan adanya pelaksanaan SIG ini dapat menumbuhkan semangat kader untuk berproses, serta belajar menjadi pemimpin sesuai teladan tokoh perempuan Islam, seperti siti Khadijah , Siti Aisyah, Siti Fatimah, dan tokoh perempuan muslim lainya” ungkapnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved