Berawal Dari Coba-coba, Dini Akhirnya Punya Hobby yang Dibayar

Namun make up yang sudah terlanjur dibeli, akhirbya jarang kepake, dari sinilah Dini berinisiatif untuk membuka jasa make up.

Berawal Dari Coba-coba, Dini Akhirnya Punya Hobby yang Dibayar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Hariandini Tri AstutiĀ  

Berawal Dari Coba-coba, Dini Akhirnya Punya Hobby yang Dibayar 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kata orang, pekerjaan paling menyenangkan itu adalah hobby yang dibayar. 

Mungkin kalimat itu juga pas banget sama apa yang dialami oleh Hariandini Tri Astuti, alias Dini.

Awalnya Dini mengaku nggak suka pakai make up, tapi karena ikut pemilihan Bujang Dare Pontianak tahun lalu, mau nggak mau penampilan juga jadi perhatian. 

“Disitu Dini ikut karantina, ikut beauty class dan setelah itu grandfinal.  Sebagai Dare dituntut harus bisa make up,  jadi Dini yang awalnya nggak suka make up jadi beli alat make up dan juga belajar pakai make up,” kata Dini.

Namun make up yang sudah terlanjur dibeli, akhirbya jarang kepake, dari sinilah Dini berinisiatif untuk membuka jasa make up. 

Mukai dari orang-orang terdekat seperti sahabat, tetangga dan keluarga, kini merambah luas melalui media sosial. 

Baca: Kunjungi Panti Sosial Lansia, Dit Binmas Polda Kalbar Sumbang Tongkat dan Kursi Roda

Baca: Hilangkan Budaya Pungli, Bripda Angga Sosialisasikan Lawan Pungli Pada Masyarakat

Baca: UBSI Bersama FAI Akan Gelar Bedah Buku, Ini Tujuannya

@didinta_makeup adalah akun Instagram tempat dini mempromosikan jasa make up nya.

Dulu ia hanya memasang harga seadanya, dimulai dari Rp 35 ribu, namun lama kelamaan peminatnya makin ramai, Dini akhirnya memberanikan diri untuk menaikkan harga hingga Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu.

Tentu bagi Dini ada kenikmatan tersendiri ketika akhirnya ia dapat menemukan passion, dan dibayar pula.

“Apa yang kita kerjakan tu ndak terasa, karena udah hobby untuk senang-senang gitu, jadi kenapa Dini mau dibayar atau ndak ndak masalah, karena udah emang suka,kalau dibayar alhamdulilah, ndak dibayar ndak masalah,” ungkapnya. 

Meskipun tetap perlu dong ya menentukan harga, yang namanya make up, makin bagus kualitasnya makin mahal harganya.  

Dan untuk melatih skill nya, Dini biasanya merias wajah teman-temannya, meskipun nggak dibayar.

Dengan begitu ia belajar bagaimana melatih skill, misalnya yang wajahnya bermasalah gimana jadi mulus, yang alisnya tebal gimana.

“Belajar ngelatih bikin alis tebal tanpa dicukur, yang pipi tembem tampak tirus intinya latih skil terus, yang penting tekad sama niat,” katanya.

Penulis: Bella
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved