Restorasi Kembalikan Bentuk Masjid Jami

Masjid Jami sebagai masjid tertua di Pontianak tengah direstorasi dengan pelaksana proyek dari pemerintah pusat

Restorasi Kembalikan Bentuk Masjid Jami
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kondisi Masjid Sultan Syarif Abdurrahman (Masjid Jami) di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak, saat ini sedang direstorasi, Kamis (4/4/2019). Total anggaran untuk restorasi masjid Jami Rp 92 miliar. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Restorasi Kembalikan Bentuk Masjid Jami

Citizen Reporter Humas Pemkot Pontianak, Jimmy Ibrahim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Masjid Jami sebagai masjid tertua di Pontianak tengah direstorasi. Proyek restorasi masjid dilaksanakan oleh pelaksana proyek dari pemerintah pusat melalui APBN senilai Rp92 miliar. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan proyek itu untuk merestorasi Masjid Jami sekaligus fungsinya. “Restorasi ini tidak akan merubah bentuk asli Masjid Jami, tetapi dikembalikan ke bentuk aslinya termasuk bahan materialnya,” ungkapnya di ruang kerjanya, Kamis (4/4/2019).

Diakuinya, ada beberapa bahan material yang mungkin disesuaikan lantaran benar-benar tidak tersedianya bahan dimaksud. Sejatinya, proyek ini untuk memperkuat konstruksi bangunan masjid, baik konstruksi pondasinya, tiang, kolom, termasuk penggantian atap. “Tidak hanya bangunan fisiknya tetapi juga kelengkapan alatnya atau utilitas, baik dari jaringan air bersihnya, lampu, sound system termasuk tempat wudhu dan penataan halaman,” terang Edi.

Baca: VIDEO: Penjelasan Edi Kamtono Terkait Restorasi Masjid Jami Telan Rp 92 Miliar

Baca: Warga Harap Masjid Jami dapat Ditempati pada Bulan Ramadan

Baca: Bebaskan 17 Rumah Warga Sekitar Masjid Jami, Pemkot Pontianak Terkendala Hal Ini

Selain itu, orang nomor satu di Kota Pontianak ini juga menjelaskan, restorasi dilakukan tidak hanya semata di lingkungan masjid, namun termasuk pula lingkungan luar sekitar masjid. Diantaranya, pintu gerbang Keraton, jalan masuk dari Jalan Tanjung Raya I, trotoar, air bersih, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Reduce, Reuse, Recycle (3R). “Kita lakukan pembebasan lahan, pembangunan kopel dan shelter untuk penambang sampan,” ujarnya.

Edi menyebut, pembebasan lahan dilakukan untuk penataan lahan dan menjaga keberadaan masjid. Dengan daerah pemukiman yang padat saat ini, kata dia, seperti halnya kejadian peristiwa kebakaran yang lalu, dikuatirkan nyaris merembet ke masjid. Apalagi masjid itu berbahan kayu, jadi sangat riskan. “Harapan kita setelah direstorasi, fungsi keberadaan masjid Jami ini akan berusia lebih panjang dan lebih indah dari sebelumnya,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Masjid Jami’ Pontianak atau dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman adalah masjid tertua dan terbesar di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya Kota Pontianak pada 1771 Masehi, selain Keraton Kadriyah.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved